Walikota Blitar : Dana Alokasi Cukai 50 Persen Harus Tepat Sasaran Kesejahteraan untuk Masyarakat Tembakau

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCTHT) untuk Kota Blitar tahun 2021 meningkat menjadu RP.20 milyard,pembagianya 50 persen untuk kesejahteraan,25 persen untuk penegakan hukum dan 25 persen untuk kesehatan, ini yang disampaikan Walikota Blitar saat membuka acara sosialisasi PMK. 206/PMK. 07/2020, tentang penggunaan pemantauan DBHCHT bersama tim tehnik Pemprov Jatim, di hotel Puri Perdana Jum’at (26/03/21).

Walikota Blitar Drs.Santoso M.Pd menyampaikan dari tahun ke tahun dana bagi hasil di Pemkot Blitar mengalami kenaikan dari RP.17,8 milyar menjadi Rp.19,1 milyar, atau naik sebesar RP 1,8 dalam tahun 2021 ini, dan sekarang dana tersebut ada regulasi tambahan yang disalurkan untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Untuk Kota Blitar tercatat 577 Kepala Keluarga yang bekerja sebagai karyawan tembakau dan karyawan pabrik rokok karena di Kota Blitar tidak ada pekerja tembakau atau petani tembakau.

“Karena ini prosentase terbesarnya untuk yang bersinggungan dengan tembakau,dan tahun ini ada tambahan program BLT, maka tim verifikasi harus memiliki data yang valid agar tidak berbenturan dengan data penerima BLT dari Dinas Sosial,” kata Santoso.

Karena keperuntukan DBHCHT kusus menyasar kepada masyarakat yang berjasa dengan tembakau seperti karyawan pabrik rokok, maka Walikota Blitar minta kepada Kepala OPD penerima penyaluran DBHCHT agar penyalurannya tidak keluar dari ketentuan sesuai BMU 206. ” Ini rambu – rambu yang harus dipedomani karena itu untuk kepentingan rakyat, jangan sampai melenceng dari ketentuan yang digariskan, “pungkasnya. (Adv/Humas/za.mp)

Leave a Comment