Sekolah Kader Pemuda Mahaga Lewu, Kontribusi Forpeka Untuk Kalteng

MEGAPOLITANPOS. COM (Palangka Raya) — Sekolah Kader Pemuda Mahaga Lewu yang digagas oleh Forum Pemuda Kalimantan Tengah (FORPEKA) tengah berlangsung.

Para peserta kegiatan tersebut adalah keterwakilan pemuda pemudi dari kabupaten kota yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan berlangsung di Aula Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palangka Raya.

Dari 150 orang peserta yang mendaftar ke panitia kegiatan terpilihlah 30 peserta yang memenuhi kriteria untuk menjadi peserta tetap sekolah kader pemuda mahaga lewu Forpeka.

Kegiatan berlangsung dari tanggal 12 Maret hingga 4 April 2021 dilaksanakan setiap akhir pekan yaitu Sabtu dan Minggu.

Para peserta nampak sangat antusias dengan kegiatan kolektif yang digagas kelompok muda Kalteng tersebut. Para pemateri yang hadir merupakan tokoh-tokoh penting baik skala nasional maupun skala lokal.

Kegiatan tersebut dibuka secara virtual oleh Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas.

Novia Adventy Juran Ketua Forum Pemuda Kalteng (Forpeka) menyampaikan bahwa kegiatan tersebut adalah kontribusi konkrit FORPEKA bagi Kalimantan Tengah.

Program ini untuk mempersiapkan para pemimpin dan penggerak yang ahli dan bertanggung jawab serta mampu merubah Kalimantan Tengah. Salah satunya adalah melalui pendidikan terutama pendidikan yang memerdekakan pikiran.

Apalagi ke depan keberadaaan pemuda yang berkualitas dalam suatu waktu dan tempat atau daerah merupakan suatu keuntungan. Perubahan ke arah yang lebih baik diharapkan dapat tercipta seiring diberdayakannya pemuda di segala aspek pembangunan suatu daerah.

Penduduk Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2018 yang tercatat di dalam buku proyeksi penduduk Indonesia 2015-2045 adalah sebanyak 2.612.600 jiwa dengan rasio ketergantungan sebesar 40,95 persen.

Rasio Ketergantungan di bawah 50 persen merupakan indikator bahwa Provinsi Kalimantan Tengah sedang menikmati bonus demografi di tengah-tengah era disrupsi 4.0,

Kondisi serupa diproyeksikan akan berlangsung hingga tahun 2023 dan selayaknya dijadikan momentum bagi pemerintah dalam menggenjot pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah. Mengapa? Karena hanya terjadi sekali seumur hidup.

Sebagai generasi penerus masa depan bangsa dalam era yang semakin berkembang terlebih memasuki era Revolusi Industri 4.0, pemuda menjadi harapan pembangunan dan penatalaksanaan bangsa. Dalam konteks Kalimantan Tengah terkhususnya pemuda Dayak era ini menjadi tantangan tersendiri momentum ini adalah peluang sekaligus juga tantangan bagi komunitas Pemuda Dayak di Kalimantan Tengah.

Kelompok pemuda Dayak yang merupakan bagian integral dari bangsa Indonesia yang multikultural diharapkan mampu bertarung dalam era globalisasi ini tidak hanya menjadi petarung tetapi mampu memainkan peran nya sebagai sesama anak Bangsa Indonesia memberikan kontribusi positif, masukan konstruktif serta “lagacy” yang baik bagi Indonesia khususnya masyarakat Dayak.

Inilah yang menjadi motivasi bagi FORPEKA untuk menyelenggarakan kegiatan Sekolah Kader Pemuda Mahaga Lewu ini. Sehingga pemuda Kalimantan Tengah duduk sebagai subjek dan bukan objek dalam era globalisasi pembangunan yang semakin massif. (yes/red/MP)

COMMENTS

Leave a Comment