Jakarta( MEGAPOLITANPOS.COM):
Busyra Jamal Muhammad Thaweel,menyerukan kepada dunia bahwa keinginan para tawanan perempuan di penjara Israel minta segera dibebaskan.

Mewakili para tawanan perempuan Busyra mengatakan, Para tawanan tidak suka dengan penjara disana, mereka diletakan dalam satu ruangan, dimana sel- sel nya terdapat kamera pengintai.pemasangan kamera pengintai ini membuat kondisi semakin sulit.

“Saya sendiri menjadi tawanan administratif selama 7 bulan dan 20 hari, saya tidak percaya kenapa saya kembali ditangkap tanpa tuduhan dan bukti sebagai seorang tawanan administratif,” ujar Bushra seperti pesan video yang dikirim Adara Relief Internasional, Rabu(17/3/2021).

Busyra mengatakan ada 2 poin pesan yang ingin disampaikan oleh para tawanan perempuan:

1.mereka ingin kebebasan dengan segera
2. Mi,bar asy- syarun( nama penjara dimana para tawanan baru ditahan dalam satu penjara yg sama dengan para pelaku kriminal selama 14 hari.

Ada 36 tawanan perempuan,34 tawanan dipenjara Damun terdiri dari 6 perempuan aktivis dan 12 ibu – ibu.

Dikatakan busra, ada 12 tawanan di mi’bar syarun mereka adalah ruba ashi dan iman Al- awar.

Busyra menambahkan Para tawanan perempuan berpesan kepadanya untuk menyampaikan pesan, karena dirinya dipercaya sebagai perpanjangan tangan didunia luar.

” kamu adalah perpanjangan suara kami diluar ,maka kita harus mengatakan terutama tentang kondisi kesehatan mereka yang kurang baik akibat teraniaya karena ditawan Israel,” pungkasnya.(ASl/Red/ Mp)