Kasatserse polres kabupaten blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Setelah menetapkan tersangka kasus perbuatan cabul seorang oknum PN6S Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar F alias AAG (56), Unit Reskrim Polres Blitar terus mendalami kasus tersebut.

Kasus perbuatan pencabulan terhadap yang tak lain adalah anak angkat F alias AAG, disetubuhi sampai hamil 1.5 bulan, petugas mendalami penyidikan, hingga ahirnya Polisi menemukan dugaan yang mengarah ke praktik aborsi ilegal, dalam proses pengguguran janin yang dikandung korban.Senin (05/10/20).

Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Donny K Baralangi mengatakan, selama dalam pemeriksaan korban, pelaku dan alat bukti, penyidik mendalami adanya indikasi praktik aborsi ilegal.

“Kita melakukan pendalaman Dalam proses pengguguran janin, yang dikandung oleh korban, kami menduga karena takut aib ini diketahui, dan memilih cara digugurkan,” kata AKP Donny,

Alasan didalaminya hal ini dijelaskan AKP Donny, karena korban masih dibawah umur dan masih sekolah. Diduga ada yang mempengaruhi, menyuruh atau meminta korban untuk menggugurkan kandungannya.

“Kami terus membujuk korban memberikan keterangan, oleh siapa, kapan dan dimana digugurkan. Ini yang kami duga ada keterlibatan pihak lain, yang membantunya,” jelasnya.

Kasatserse lebih lanjut juga menyampaikan, perbuatan ini tidak mungkin korban menggugurkan kandungannya sendiri, tanpa bantuan dari orang lain. Entah itu menggunakan obat atau cara lainnya, diduga kuat ada orang lain yang membantunya aborsi.

“Dalam kasus percabulan ini kami akan terus mengorek keterangan dari beberapa pihak, baik itu oleh pelaku dan atau saksi orang lain yang ada hubunganya dengan korban,” tandasnya.

Lebih lanjut AKP Donny Baralangi menegaskan pihaknya sudah menetapkan F alias AAG menjadi tersangka, pihaknya terus mengembangkan hasil penyidikan, termasuk menunggu hasil visum korban. Mencari bukti adanya kecurigaan praktik aborsi ilegal, yang dilakukan pihak lain saat menggugurkan janin yang dikandung korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, F alias AAG diduga melakukan pencabulan terhadap AN yang diakui sebagai anak angkatnya. Yaitu menyetubuhinya sekitar Juni 2020 lalu, hingga hamil dan keguguran. Sedangkan AN diangkat anak oleh pelaku sejak kelas 7 SMP, jadi sudah 4 tahun dibantu biaya sekolah dan kehidupannya.

Kejadian ini terungkap, ketika kakak korban melapor ke polisi, Rabu(30/9/2020) lalu kalau adiknya baru saja keguguran. Sehingga oleh polisi dilakukan penyelidikan, sampai diketahui pelakunya adalah F alias AAG ayah angkatnya sendiri yang sehari – hari berdinas sebagai staf pengujian di PKB Unit II Kecamatan Wlingi Dishub Kabupaten Blitar.

Pelaku F alias AAG sendiri beberapa bulan lagi akan pensiun, sedangkan korban Melati anak yatim piatu yang tinggal bersama kakaknya.

Terkait kasus yang menimpa anak buahnya Toha Mashuri selaku Kepala Dinas Perhubungan, manyatakan menyerahkan proses hukum kepada kepolisian. (za)