Buku “Jokowi Mewujudkan Mimpi Indonesia” Karya Darmawan Prasodjo Ini Ungkap Cara Kerja dan Karakter Presiden RI ke-7

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Wakil Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Darmawan Prasodjo meluncurkan buku “Jokowi Mewujudkan Mimpi Indonesia”, di Cemara Sembilanbelas Institute, Jalan Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/03/2021).

Dalam peluncuran, Darmawan membeberkan karakter dan cara kerja Presiden RI ke-7 itu dalam mewujudkan mimpi Indonesia.

“Buku ini buku teknokratik iya, tapi juga mengupas karakter dari Pak Jokowi, posisinya ditengah-tengah (buku teknokratik dan biografi),” kata Darmawan, dalam konferensi pers peluncuran yang juga digelar secara virtual itu.

Lanjut Darmawan mengungkapkan, masyarakat sering menjumpai kebijakan penting yang diambil Presiden Jokowi, dan menjadi perbincangan di publik terutama soal angka-angka, skema, dan teknis lainnya.

Untuk mengupas hal itu, Ia pun mencoba menggali lebih dalam, mengapa dan bagaimana kebijakan tersebut lahir, khususnya selama Pemerintahan Presiden Jokowi periode pertama (2014-2019).

“Bagaimana proses dalam meraciknya di dapur (dalam istana) itu yang tidak diangkat ke publik,“ cetusnya.

Darmawan juga mencoba menggali berbagai kebijakan tersebut dengan menelisik jauh ke belakang, yakni dengan mengidentifikasi karakter-karakter Jokowi yang membentuk pikiran dan sikap hidupnya.

“Ternyata benang merahnya kelihatan di situ. Karakter beliau itu muncul, karena beliau pernah mengalami sejumlah pengalaman hidup dan itu dibawa beliau saat mengambil keputusan, bagaimana merancang pembangunan, peduli pada rakyat kecil, akses pada kesehatan, pendidikan, Indonesia sentris muncul,” bebernya.

Hal tersebut yang memengaruhi cara pandang kebijakan Jokowi, ketika menjadi seorang pemimpin bangsa.

“Saya bertemu dan berdiskusi dengan orang-orang terdekat beliau, sambil mencoba mencari keterhubungan antara karakter-karakter yang saya identifikasi, dengan kebijakan pemerintah ketika saya selama lima tahun berada di lingkungan Istana,” kata Darmo.

Ia mencontohkan soal kebijakan Presiden dalam menerapkan BBM (Bahan Bakar Minyak) satu harga. Kebijakan ini kemudian sangat dirasakan betul oleh masyarakat diluar pulau jawa yang berprofesi sebagai nelayan dalam menangkap ikan. Dimana saat itu (BBM belum satu harga) aktivitas menangkap ikan dirasa cukup mahal.

Tidak Ingin Disebut Bapak Infrastruktur

Soal pembangunan infrastruktur yang kian massif di masa Pemerintahan Jokowi. Darmo mengungkapkan, Jokowi sebetulnya tidak ingin disebut sebagai bapak infrastruktur Indonesia.

Darmawan menyebut, Jokowi justru kerap menyorongkan predikat itu kepada Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR dan para menteri-menteri lainnya. Menurut dia, Jokowi tidak ingin berhenti pada hasil fisik belaka dan predikat atas suatu keberhasilan atau prestasi adalah hasil kerja bersama dalam mewujudkan mimpi Indonesia.

“Kepala daerah yang visioner akan melihat jauh ke depan. Menimbang potensi dan manfaat jangka panjang ini yang ada dalam cara pandang dan sikap beliau (Jokowi),” ujar Darmawan.

Dia pun kemudian melukiskan Jokowi sebagai figur pribadi yang tak banyak omong. Ada masalah, langsung dicari solusinya.

“Cara pemikiran Pak Jokowi sederhana, bagaimana mensejahterakan rakyat, itu yang langsung beliau kerjakan. Jadi, bukan sekadar pembangunan fisik saja,” lugas Darmo, yang pernah menjabat sebagai Deputi I Kepala Staf Kepresidenan membidangi urusan energi dan infrastruktur selama 5 tahun di pemerintahan Jokowi.

Jokowi Dalam Eksekusi Kebijakan

Dalam karya tulis ini, Darmawan tidak hanya ingin menceritakan kehidupan sang tokoh, tapi juga menekankan pada keberhasilan Presiden Jokowi dalam mengeksekusi kebijakan.

“Kebetulan saya mendapat kesempatan lima tahun jadi deputi sehingga saya bisa melihat langsung, mendengar, dan merasakan bagaimana proses pengambilan keputusan,” tutur Darmawan

Sekedar diketahui, buku “Jokowi Mewujudkan Mimpi Indonesia” diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan dieditori oleh Trias Kuncahyono, mantan Pemimpin Redaksi Kompas.

Dari informasi yang diterima pewarta, buku setebal mencapai 580 halaman itu dapat diperoleh secara gratis bagi wartawan, dengan hanya menunjukkan ID Pers serta dapat mengambilnya di Cemara Sembilanbelas Institute, Jalan Cemara 19 Menteng Jakarta Pusat.(Ant/Jhn)

Leave a Comment