Tjutjuk sunario jelaskan program RPJMD

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Walikota Blitar merespon audiensi masyarakat dalam Rapat Koordinasi forum konsultasi publik Rancangan penyampaian Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kota Blitar di Ruang Rapat Balai Kota Blitar Senin (08/03/21), dengan pemaparan tanggapan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat, para praktisi dan generasi milenial, paling tidak merupakan.saranakontrol terhadap dinamika pembangunan Pemerintah Kota Blitar, progresnya 50 ekonomi dan selebihnya untuk program Infrastruktur, kesenian,Olah Raga dan lainya.

Santoso walikota blitar pimpin forum konsultasi publik

Rapat Koordinasi dipimpin Walikota didampingi Wakil Walikota, Ketua DPRD Sekertaris Daerah Hermanyah Permadi, membahas rancangan awal pembangunan jangka menengah 2021 – 2026 berbasis data yang
diawali setelah 6 bulan masa pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Blitar.

Kepala Bidang Sosial Budaya dan Evaluasi Pembangunan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Gigih Mardana menyampaikan, setelah pembuatan rancangan dilanjutkan pembahasan stake holder dan Draf tersebut sebelum dilaksanakan sesuai arahan Waliko Blitar, APBD murni diharapkan dilaksanakan sebelum bulan Agustus 2021 sambil menunggu penetapan DPRD.

Walikota Blitar Drs.Santoso dalam sambutanya menyampaikan rancangan program yang dibahas adalah rencana jangka menengah tahun 2021-2026, namun regulasinya mulai pembahasan 6 bulan pertama 2021 setelah pelantikan, dan yang bisa dilaksanakan dalam APBD murni konsep untuk 5 tahunan, dan sudah harus dijalankan adalah program internet gratis Rt.Rw.

” Masa RPJMD harus sudah mulai dilaksanakan paling lambat bulan Mei 2021 untuk memenuhi harapan masyarakat karena janji politik saat kampanye, juga termasuk program anggaran Rp.50 sampai Rp.100 juta per tahun untuk Rt.Rw.”kata Santoso.

Dilain sisi Wakil Wakil Walikota Blitar usai acara kepada wartawan menyampaikan, konsep rancangan program pembangunan Kota Blitar yang disampaikan mendapat respon dan antusias, masukan masyarakat berbagai elemen Kota Blitar baik yang sudah dan yang akan berjalan, semua disampaikan berbasis data dan update sesuai perkembangan pembangunan.

” Untuk memaksimalkan program pembangunan 100 hari pertama dengan anggaran yang sudah menempel di APBD agar segera bisa dijalankan, kami minta percepatan pengisian kekosongan jabatan ke Pemprof, maksimal bulan depankekosongan jabatan sudah terisi,”ungkap Tjutjuk. ( Adv/humas/za/mp)