MEGAPOLITANPOS.COM (Buntok) – Warga Kota Buntok Kabupaten Barito Selatan mengeluhkan adanya truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah yang melintasi jalan di dalam Kota Buntok, khususnya Jalan Kartini yang berada di Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Jalan Kartini merupakan jalan akses dari desa menuju Kota Buntok Kabupaten Barsel yang bermuara pada salah satu persimpangan bundaran yang terletak di pusara Kota Buntok (Bundaran Batuah).

Truk pengangkut CPO atau minyak sawit mentah yang rutin melintas tersebut diduga mengangkut hasil produksi perkebunan perusahaan sawit PT Borneo Ketapang Indah (PT BKI) yang berada di kabupaten tetangga, yakni, Kabupaten Barito Timur (Bartim).

Truk CPO tersebut dari arah Barito Timur menuju Dermaga /Pelabuhan di Kelurahan Jelapat di Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan.

Kehadiran armada truk CPO tersebut mengakibatkan pengguna jalan lain merasa khawatir. Lantaran jalur yang dilewati truk CPO tersebut merupakan area padat penduduk.

Selain jalan tersebut merupakan kawasan padat penduduk, Jalan Kartini juga, merupakan jalan akses penghubung dari desa ke Kota Buntok. Seperti, Desa Danau Sadar, Baru, Teluk Telaga, dan Desa Talio serta Desa Bintang Kurung.

Aktivitas truk-truk tersebut mengakibatkan warga Jalan Kartini merasa was-was akan anggota keluarganya beraktivitas keluar rumah, khususnya para anak – anak.

“Mengingat padatnya pengguna jalan ditambah lagi kondisi jalan sempit.
Kalau bisa bagi yang berkaitan dengan itu agar diatur laju kecepatan biar sama-sama jalan. Ini jangan enak di mereka sakit di kita. Jangan sampai terjadi kecelakaan, baru semua pihak menyadarinya. Jangan sampai seperti itu ya kalau bisa,” kata warga berinisial HN, yang tinggal di RT 07, Kelurahan Jelapat, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barsel ini, pada Selasa (02/03/2021)

Terpisah, warga berinisial AS, yang tinggal RT 09 di Jalan Kartini juga mengeluh. Ia mengutarakan hal senada dengan inisial HN. “Hendaknya pihak pengelola truk CPO tersebut membuat pengaturan waktu ketika melintas. Kecepatannya juga dikurangi,” katanya.

“Semua itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan,” demikian pungkasnya. (Ade/red/MP)