MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar –Polresta Blitar garuk puluhan sepeda motor yang diduga kerap melakukan balap liar.

Ini adalah bagia upya aparat kepolisian Polres Kota Blitar untuk memberantas penyakit masyarakat, tak hanya mengantisipasi dan menekan peredaran obat obatan terlarang, kumpulan remaja yang suka melakukan aksi balap liar dijalan umum juga menjadi perhatian.

Tidak mentup kemungkinan di kancah pembalap liar ini diketemukan barang haram sejenis pil double L, dalam razia Minggu Malam ( 04/10/20 ), aparat keamanan menyisir tempat temat yang sering dijadikan ajang atau arena balap liar.

Kapolres Kota Blitar KBP Leonard M Sinambela mengatakan, kegiatan ini dilakukan selain pencegahan penularan covid 19 di Kota Blitar, pihaknya juga mengatasi balapan liar yang sudah dianggap sangat meresahkan masyarakat.

“Kami perintahkan anggauta Polres Blitar Satuan Lalulintas agar menggelar operasi balapan liar. Karena kami sering menerima pengaduan dari masyarakat Kota Blitar, balap liar marak dan mengganggu ketentraman umum,” ungkap Kapolres.

Kapolres juga menambahkan selain operasi terhadap pembalab liar, petugas kepolisian Polresta Blitar juga membubarkan pengendara motor dan pengunjung alon-alon kota Blitar yang bergerombol di sekitar taman pecut, petugas berjaga jaga hingga lewat tengah malam.

“Kami melakukan operasi ini setiap Minggu, karena angka penyebaran covid 19 di Blitar terus naik jumlahnya maka kami juga gencar operasi yustisia untuk taat menjalankan protokol kesehatan di sekitar Alon alon Kota Blitar. Polisi tetap menekankan bagi masyarakat agar jaga jarak, mengenakan masker.

Lanjut Leonard M Sinambela, pada kegiatan operasi pekat ini, pihak aparat keamanan memeriksa puluhan kendaraan bermotor roda 2 yang dicurigai untuk kegiatan balap liar, selain itu mereka yang rata – rata masih berusia belasan tahun bergerombol dan tidak patuh Protokol kesehatan melaksanakan phsycal Distancing atau jaga jarak.

“Puluhan sepeda motor tersebut dari beberapa titik di Kota Blitar. Diantaranya di  Jalan  Sudanco Supriadi di depan TMP Wijaya Kusuma, Jalan Merdeka dan sekitar taman pecut, Jalan  Ir. Soekarno sekitar Makam Bung Karno, serta Sport Center Jalan Ciliwung,” ungkap pamen Melati dua ini.

Saat dilakukan razia para pengendara yang rata-rata adalah anak di bawah umur tebukti juga belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). Parahnya lagi semua kendaraan sepeda motor yang digunakan adalah kendaraan modifikasi yang tidak standar seperti tidak ada spion dan lampu sein sehingga kendaraan harus diamankan dan ditilang petugas.

“Agar bisa mengambil kendaraan kembali melengkapi asosoris kendaraan, dan saat pengambilan kami mewajibkan bagi anak yang kena Tilang didapingi oleh orang tua nya, ini kami maksud agar orang tua dapat memantau kegiatananaknya diluar, sehingga ada efek jera,”pungkasnya.(za)