Penghulu Adat Hindu Kaharingan: Penulisan Hukum Adat Tidak Mudah Dilakukan

MEGAPOLITANPOS. COM (Mabuan) — Penghulu adat Hindu Kaharingan Ariahawinata sepakat, nilai-nilai budaya warisan leluhur harus dilestarikan.

Tokoh adat dari Desa Mabuan, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan ini mengakui, pengetahuan tentang nilai-nilai budaya, religi dan hukum warisan leluhur saat ini kian tersingkir oleh kemajuan zaman

Generasi muda semakin terbatas pengetahuan dan pengalamannya tentang adat-istiadat. Mengapa? Karena generasi tua yang selama ini memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang aneka warisan leluhur memiliki keterbatasan dalam melakukan transfer ilmu kepada generasi muda.

Demikian salah satu poin penting dalam acara dialog terbatas para wartawan dengan Ariahawinata dan tetua adat di Desa Mabuan, Rabu (23/2/2021).

Dicontohkannya, pengetahuan nilai-nilai tentang hukum adat pada umumnya hanya dimiliki oleh para tetua adat. Dan jika tetua adat itu meninggal misalnya, pengetahuan tentang nilai-nilai budaya dan adat itu ikut terkubur dan hilang.

Mungkinkah aturan-aturan yang ada dalam hukum adat, yang selama ini hanya ada di “kepala” para tetua adat itu bisa kita tuangkan ke dalam tulisan dan kita kemas menjadi sebuah buku?

“Benar, dengan ditulis dan dibukukan, maka siapa saja, terutama generasi muda akan mudah mempelajari dan memahami hukum adat. Tetapi untuk menuliskan hukum-hukum adat tidaklah mudah, ” kata Ariahawinata.

Dijelaskannya, hukum adat, terutama adat Suku Dayak, sangatlah kompleks. Banyak aspek yang tidak bisa dengan mudah dituangkan ke dalam teks. Karena banyak mengandung dimensi spiritual. Dimensi spiritual itulah yang tidak mudah dituliskan ke dalam teks. (*/red/MP)

Leave a Comment