Fraksi PKB Prihatin, Pembelajaran Daring Sangat Tidak Efektif ..Apa Tanggapan Kadindik.

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Pembelajaran system online atau Daring dinilai oleh Fraksi Kebangkitan Bangsa ( PKB ) sangat tidak efektif , bahasan tersebut sempat terlontar ketika dalam sidang Paripurna DPRD Kabupaten Blitar dalam penyampaian LKPJ Bupati Blitar Tahun ANggaran 2020 di Gedung Graha Paripurna.
Juru bicara FPKB DPRD Kabupaten Blitar, Adib Zamhari menyampaikan jika pihaknya menilai kebijakan kegiatan belajar mengajar daring tidak efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19.Tidak efektifnya kegiatan belajar mengajar secara daring ini, terlihat dengan justru banyak dijumpai pelajar yang menghabiskan waktunya di luar rumah seperti di cafe dan warung kopi selama pandemi Covid-19.

Kadindik Budi Kusumarjaka

Menurut pengamatan Fraksi PKB dilapangan,Siswa Keluyuran tidak saja pada siang hari, namun juga pada malam hari. Karena tidak sekolah, mereka menghabiskan waktunya dengan bermain dan nongkrong di cafe-cafe, warung kopi disaat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Blitar khususnya masih dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

“Pembelajaran daring selain tidak efektifnya system ini, juga sangat merepotkan orang tua, karena kebanyakan justru orang tua yang mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh para guru,” kata Adib.

Menanggapi anggapan Dewan ini Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Drs. Budi Kusumarjaka akan melakukan evaluasi dan mengkaji untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah, menurutnya memang penerapan sistem pembelajaran atau sekolah daring (online), selama pandemi Covid-19 pada awal 2020 lalu banyak masukan dari sejumlah orang tua murid.

“Dengan system pendidikan yang di sampaikan oleh DPRD Kabupaten Blitar, maka kami juga perlu mengevaluasi, salah satu dampaknya anak-anak (murid) jadi los atau terlalu bebas,” ujar Budi.( 15/02/21 )
Budi Kusuma juga menjelaskan tetang pembelajaran daring dari rumah, pihaknya mengaku kesulitan mengontrol karena longgarnya waktu setelah para siswa menegrjakan tugas tugas sekolah. Dan haknya berharap Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) tidak dilanjutkan, sehingga Dinas Pendidikan bisa melakukan uji coba belajar tatap muka di sekolah.

“Mekanismenya tentu dengan tetap menerapkan dan mengetatkan Protokol kesehatan, serta pengaturan jumlah siswa yang masuk sekolah 50 persen secara bergantian, diatur jam nya agar tidak terjadi kerumunan baik saat masuk maupun pulang sekolah, dan akan bekerjasama dengan Satgas Covid 19, serta ijin dari wali murid,” ungkapnya.
Apalagi melihat tren kasus Covid-19 di Kabupaten Blitar juga menurun, sehingga zona daerah bisa semakin baik menjadi kuning atau hijau. Jadi dalam uji coba belajar tatap muka nanti, baik guru maupun murid semakin mantap tidak ada kekhawatiran.(za)

Leave a Comment