Program Ketahanan Pangan Kecamatan Neglasari Kota Tangerang Buat Program Rumah Bibit

MEGAPOLITANPOSCOM, Kota Tangerang – Kecamatan Neglasari Manfaatkan lahan kosong untuk Ketahanan Pangan dan Rumah Bibit Tanaman. Lantaran ini bagian dari program Pemerintah Kota Tangerang melalui Walikota Tangerang di tiap – tiap wilayah harus memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan Lahan Ketahanan Pangan dan Bibit Tanaman. Camat Neglasari Tubagus Sanny Soniawan bersama Sekcam Edih Yos, membuat 17 Kelompok Wanita Tani (KWT) di setiap kelurahan, untuk layak di kunjungi ke Kecamatan Neglasari.

 

“Sekarang, kelurahan – kelurahan Se-kecamatan Neglasari membuat KWT yang dibangun, karena itu ide dari masyarakat untuk membuat Ketahanan Pangan dan Rumah Bibit. Dengan tujuan untuk membackup masyarakat Neglasari dan Kelurahan mengambil bibit di Rumah Bibit, yang dicetuskan oleh Kecamatan Neglasari,” Ucap Sanny Camat Neglasari. Selasa, (09/02/2021).

Lokasi rumah bibit ini pun berada di kampung Tangga Asem, RT 01/RW 05 kelurahan Mekarsari, yang berarti berdekatan dengan KWT Tangga Asem. Meskipun dalam menghadapi krisis yang terjadi akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Tangerang mencanangkan Program Ketahanan Pangan. Menyikapi hal tersebut, aparatur Kecamatan Neglasari dengan sigap memetakan wilayah untuk dijadikan titik lokasi perkebunan.

Dengan memberdayakan warga sebagai ujung tombak keberhasilan, jajaran Kecamatan Neglasari segera melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat. Taman belakang kantor kecamatan pun tak lepas disulap menjadi lahan pembibitan. Sebagai pilot project percontohan bagi masyarakat wilayah, aparatur kecamatan terjun langsung ke lapangan guna memberikan edukasi dan penyuluhan.

“Kami diminta memanfaatkan taman atau lingkungan yang belum digarap menjadi lahan penghijauan. Namun harus ditanami dengan jenis tanaman produktif agar bisa dikonsumsi warga, tanpa mengurangi sisi estetika,” terang Sanny.

Ia menerangkan, berbagai jenis tanaman sayuran telah dikombinasikan dengan tanaman hias di sejumlah taman yang sudah ada. Seperti di Taman Tematik Eco Park, Kelurahan Mekarsari.

“Dengan memberdayakan masyarakat, kami menarget membentuk 50 Kelompok Wanita Tani (KWT) di setiap RW yang tersebar di 7 kelurahan,” imbuh Sanny.

Lanjutnya, “di dalam ketahanan pangan ini sudah tersedia berbagai macam tanaman sayur. Diantaranya kemanggi, kembang kol, gubis, cesin, sawi, kangkung, jagung ketan, cabai, tomat, terong, pandang wangi, jahe. Sudah lumayan banyak dan empang sudah di sediakan. Ada juga pepaya”, tuturnya

Jadi aspirasi masyarakat bisa menyatu dan ikut membudayakan di halaman rumahnya masing-masing dan ia akan bersosialisasi dengan masyarakat tentang pembibitan, pembuatan media dan lain-lain, oantaran dari masyarakat ini, ketidaktauan jadi masyarakat tidak memulai.

Seperti diketahui juga, ketahanan pangan di rumah bibit dibangun tanggal 10 januari 2021 dengan fasilitas toilet, dapur, gapura dan pemanis untuk selfie. Dengan menganggarkan gotong royong warga.

“Jadi warga neglasari jangan jauh-jauh untuk berlibur. Disini pun bisa. Intinya nanti mereka akan menanyakan, ini bagaimana (cara menanam) dan pada akhirnya ia ikut partisipasi di rumahnya. Belajar dikampung Bibit di kecamatan neglasari”, terangnya.

Sementara itu, Edih Yos, menambahkan. Hasil dari ketahanan pangan ini akan dibagikan kepada masyarakat, kita kasih Polybeg untuk akhirnya masyarakat bisa melanjutkan membuat sendiri dirumah untuk menjadikan ketahanan pangan tingkat rumah warga.

Ia pun berharap semoga Neglasari bangkit dalam program ketahanan pangan. Bukan untuk siapa-siapa, untuk kita, warga bisa mencocok tanam dirumahnya yang penting ada niat. Kita pun sudah ad stok bibit, jangan sampai beli kita. (ADV)

Leave a Comment