Sumber Poto : kabar6.com

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Kinerja Kantor Badan Perkantoran Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang dikeluhkan warga. Lantaran ada sejumlah sertifikat tanah warga pada program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) tahun 2019 yang tak kunjung selesai.

Rizki peserta PTSL di Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang mengaku hingga kini tak kunjung selesai. Saat itu, pengajuan PTSL 2019 itu dikolektif melalui tokoh masyarakat dan desa setempat.

“Saya ajukan PTSL tahun 2019 bersama pemilik tanah lainnya. Tapi sampai saat ini kok belum selesai juga sertfikatnya,” katanya, saat dikonfirmasi, Selasa, (26/1/2020).

Sejak tahun lalu, Rizki mengaku sering menanyakan hal tersebut kepada tokoh masyarakat yang mengurusi PTSL. Namun selalu mendapatkan jawaban yang sama.

“Belum selesai pak,” ujarnya.

Kemudian di pertengahan 2020, sertifikat yang ditunggu-tunggu pun jadi dan telah dicetak. Tetapi, setelah diperiksa ada kesalahan. Berdasarkan Akta Jual Beli (AJB) atas nama Ahmad Rizki Suhaedi. Di sertifikat atas namanya sudah sesuai. Hanya saja luas bidang tanah yang tidak sesuai.

“Luas tanah yang saya punya 400 m2. Tapi, di sertifikat tertulis 90 m2. Saya langsung komplain ke tokoh masyarakat desa yang mengurus PTSL,” ujarnya.

Menerima keluhan tersebut, sambung Rizki, tokoh masyarakat desa berjanji akan mengurusi kembali kesalahan dan merevisi luas tanah pada sertifikat tersebut. Namun, hingga kini belum ada kejelasan. Bahkan, informasi yang diterima Rizki, di Desa Sukamanah terdapat 50 lebih sertifikat program PTSL yang hingga kini belum selesai.

“Kemarin saya tanya lagi ke tokoh masyarakat. Jawabannya, berkas revisi belum dikerjakan sama BPN,” tegasnya.

Sepengetahuan, Rizki, program PTSL yang selalu digaungkan Presiden Jokowi pengerjaannya harus sesuai tahun anggaran.

“Kalau pengajuannya tahun 2019. Harusnya, selesai di tahun yang sama. Tapi kenyataannya bertolak belakang. Jelas dari contoh kasus ini kinerja BPN seperti apa,” tandasnya.Jhn