Rakerwil Rekan Indonesia DKI Jakarta, Warga Harus Jadi Subyek Dalam Preventif Dan Promotif Kesehatan DKI

MEGAPOLITANPOS.COM. JAKARTA- Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Provinsi DKI Jakarta telah sukses menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil) pada tanggal 17 Januari 2021 di Kantor Rekan Indonesia, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jaksel. Dalam suasana PSBB Ketat se-Jawa Bali yang diterapkan oleh pemrpov DKI Jakarta, rakerwil Rekan indonesia DKI Jakarta hanya dapat diikuti oleh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dari 6 kolekteif Pimpinan Daerah (KPD) Kotamadya/Kabupaten se DKI, Pengurus KPW DKI, Pengurus Nasional, dan peserta peninjau dari KPD Kab. Bekasi, KPD. Kab. Bogor, KPD Kota Tangerang, dan Sekretaris Wilayah Banten.

Menurut Martha Tiana Herwaman, Ketua Kolektif Pimpinan Wilayah (KPW) DKI Jakarta. Seharusnya Rakerwil sesuai amanat AD ART Rekan Indonesia harus dihadiri oleh seluruh pimpinan dan pengurus KPW, KPD, dan Pimpinan tingkat kelurahan beserta dengan anggota dan simpatisan yang direkomendasi masing-masing KPD.

“Karena situasi pandemi dan penerapan PSBB, maka kita mematuhi aturan yang ada tanpa harus menunda agenda strategis organisasi yaitu rakerwil ini” ujar Tian panggilan akrab Ketua KPW DKI Jakarta tersebut.

Masih menurut Tian, tema rakerwil kali ini adalah “Perluasan dan Perkuat Organisasi Menuju Pembangunan Preventif Dan Promotif Kesehatan Berbasis Partisipasi Aktif Warga”. Tema tersebut sebagai landasan KPW DKI untuk merumuskan program kerja organisasi dalam rangka membangun preventif dan promotif dengan mengikutsertakan warga secara aktif sebagai subyek, karena wargalah yang paling tahu kebutuhan mendesak dalam persoalan kesehatan dilingkungan tempat tinggalnya.

“Kami melihat bahwa selama ini pembangunan preventif dan promotif kesehatan di tengah warga yang dilakukan oleh Dinkes DKI masih kurang optimal, ini karena warga hanya dijadikan objek, sehingga tidak selaras dengan kebutuhan mendesak warga terkait maslah kesehatan dilingkungannya” jelas Tian.

Selain itu, tambah Tian. Di tengah pandemi covid19 ini kita sudah buktikan betapa susah payahnya pemprov DKI dalam upaya mengendalikan angka positif dengan melakukan upaya promotif protokol kesehatan, namun bisa dilihat hal itu tidak maksimal.

“Bisa jadi ketidakmaksimalan tersebut karena posisi warga masih diposisikan sebagai objek bukan subyek. Sehingga warga merasa tidak dilibatkan dan hanya menerima anjuran untuk menerapkan prokes, partisipasi warga tidak diwadahi dan diarahakan agar mereka bisa berbuat dan membantu pemprov DKI dalam upaya mengendalikan angka positif covid19” papar Tian.

Dalam siaran persnya Rekan Indonesia DKI Jakarta juga menyebutkan keputusan rakerwil untuk menghimpun dan menggerakan partisipasi aktif warga dalam upaya pereventif dan promotif kesehatannya ke dalam wadah Komunitas Warga Siaga (KWS).

Leave a Comment