Smp.n 3 disiapkan untuk isolasi pasien covid 19.

MEGAPOLITANPOS,COM, Blitar – Hal ini dilakukan oleh Pemerintah kota Blitar karena angka pasien Covid 19 terus mengalami kenaikan, gugus tugas mencatat tambahan pasien Covid-19 setiap harinya masih terjadi. Sehingga pemerintah terpaksa harus menyiapkan solusi, sebab satu satunya Rs. Negri yakni Mardiwaluyo, sudah over kapasitas, walaupun sudah ada tambahan tenda darurat untuk antisipasi perkembangan Covid-19.

Walikota blitar santoso

Walikota Blitar mengatakan sekarang ini naik turunya status zona akibat wabah yang mendunia ini memang sulit diprediksikan, untuk itu Pemkot harus mengambil sikap, yang salah satunya adalah menyiapkan rumah isolasi alternatif .

“Kami merencanakan rumah isolasi alternatif di SMP. Negeri 03 Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Disini tempatnya cukup memadai,” kata Santoso

Masih kata Drs.Santoso M.Pd. selain memilih lokal SMP.N 3 sebagai rumah isolasi alternatif sebenarnya pemerintah kota juga sudah menyediakan kapasitas di rumah isolasi yang telah disiapkan sebelumnya yakni asrama Poltekes
Kota Blitar di Jalan Dr. Soetomo, Kecamatan Sananwetan. Rumah isolalsi itu memiliki Kota kapasitas sebanyak 122 pasien.

” Sekarang kondisi rumah sakit rujukan RSUD Mardi Waluyo saat ini sudah tidak lagi bisa menampung pasien Covid-19, karena telah mencapai jumlah maksimum kapasitas.

“Kami sekarang siapkan 2 tempat sebagai rumah sakit darurat, yaitu di Puskesmas Kepanjen Kidul dan Asrama Dosen Poltekes Kota Blitar agar pasien Covid-19 bisa mendapatkan perawatan secara baik oleh tenaga kesehatan,” tuturnya.

Perlu diketahui sejak Rabu 13 Desember Pemerintah kota Blitar menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, kebijakan yang ditempuh Walikota Blitar untuk mengantisipasi ledakan Covid 19, walaupun kota Blitar tidak masuk daftar 11 Daerah wajib PPKM (za)