Kapolres amankan barang bukti

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Karuan saja laki –laki yang berprofesi sebagai dukun ini terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian Polres Blitar, tersangka Nur Huda ( 43 ) yang warga desa Plosorejo Kecamatan Kademangan ini dijebloskan ke sel tahanan setelah dilaporkan oleh para korbannya ke Polisi
Kapolres Blitar AKBP Leonard M. Sinambela kepada para awak media mengatakan, tersangka dilaporkan atas perbuatan tindak pidana persetubuhan terhadap lima orang wanita yang masih dalam satu keluarga .Modus Operandi tersangka bisa mengobati berbagai macam penyakit dengan cara spiritual. ( 14/01/21 ).

Tangan dikecrek tsk diamankan petugas

“Menurut pengakuan korban peristiwa itu terjadi pada tahun 2017, korban datang ke rumah dukun pengobatan alternatif karena menderita sakit miom, untuk mengobati korban diminta membuka baju, kemudian dipijat lalu dicabuli,” kata Kapolres.

Lebih lanjut Sinambela menjelaskan, dalam laporannya para korban ini mengaku ,katanya Nur Huda ini dapat melakukan pengobatan alternatif, namun pengobatan tersebut dengan syarat, korban harus mau disetubuhi untuk menghilangkan sakit miom yang diderita korban.

“ Ini hanya akal bulus tersangka, penyakit yang diderita korban akan bisa sembuh total bila mau disetubuhi, setelah itu pelaku menjalankan aksi berbuat tak senonoh,”jlentrehnya.

Selain itu masih kata Kapolres, agar kedoknya tak terbongkar, pelaku juga berpesan kepada korban sebut saja Molek, Seksi,Bahenol,Mulus,dan Cantik ini diminta agar tidak berobat di tempat lain, termasuk pengobatan medis. Dengan alasan bila mereka berobat ke tempat lain katanya penyakit yang diderita korban akan semakin parah.

“Lantaran takut penyakitnya semakin parah, korbanpun mengikuti arahan dukun cabul ini, hingga perbuatan pencabulan itu terjadi berulang-ulang, korban diminta datang untuk pengobatan secara bertahap. Bahkan dari pengakuan korban persetubuhan itu sudah dilakukan sebanyak 13 kali,” paparnya.

Dari hasil pengembangan pemeriksaan salah satu korban inisial Molek yang baru berusia 16 tahun ini meminta uang kepada orang tuanya untuk berobat ke dokter. Karena curiga, ibu korban mendesak korban untuk mengaku. Dari sinilah kemudian terbongkar aksi persetubuhan yang dilakukan pelaku terhadap korban.

“Dari hasil penyidikan ternyata kasus ini berkembang, korban dukun cabul ternyata tidak hanya satu. Namun, tiga saudara kandung dan ibu kandung korban juga mengalami hal yang sama. Mereka juga mengaku sudah pernah disetubuhi pelaku dengan modus yang sama,” pungkasnya.

Atas perbuatannya tersangka akan dijerat Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan Atas UU RI Nompr 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Utuk prose hukum selanjutnya tersangka berikut barang bukti pakaian, di amankan petugas (za)