Kunjungan Kadis peternakan Jatim

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Potong sapi betina di blitar bisa kena sanksi denda dan pidana, ini disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur saat melakukan kunjungan di Rumah Pemotongan Hewan ( RTH ) Dimoro Kota Blitar.

Bila larangan ini dilanggar maka akan dikenakan undang-undang UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Drh. Wemmi Niamawati, MMA saat kunker ke RPH Dimoro, Kota Blitar, Selasa ( 2/10/2020 ) ini dalam rangka koordinasi dan pengawasan proses pemotongan hewan, pengendalian, pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah dipotong.

“Salah satunya yang kita lihat adalah saat hewan hendak dipotong apakah berpenyakit atau tidak, kebersihan lingkungan serta peralatannya termasuk larangan memotong hewan betina produktif itu tidak boleh dipotong,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wemmi menambahkan, setiap usaha yang mengeluarkan produksi hewan harus memperoleh sertifikat jaminan keamanan pangan. Masyarakat umum tidak boleh melakukan pemotongan hewan sendiri untuk dipergunakan dalam dunia usaha karena tidak ada pengawasan. Harus dipusatkan ke RPH milik pemerintah daerah.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Ir. Rodiah juga menjelaskan dengan adanya kunjungan ini pihaknya berharap akan ada bantuan dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur, baik itu berupa pembinaan maupun penambahan peralatan.

Ya tentu saja kita berharap akan ada pembinaan lanjutan dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk masyarakat peternak di Kota Blitar. Di RPH Kota Blitar sendiri juga memerlukan tambahan peralatan, misalnya Block Cutter perlu ditambah satu lagi, juga peralatan untuk pencucian,” ujarnya.

Meski begitu pihaknya selalu meningkatkan produktifitas dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat peternak di Kota Blitar.( za )