Walikota blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Ini yang dilakukan oleh 11 Daerah Tingkat II se Jawa Timur memberlakukan Intruksi Gubernur Khofifah Indar Paranwansa melaksanakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Kabupaten Termasuk data didalamnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar telah secara resmi memberlakukan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Hal itu ditandai dengan diadakannya apel di lapangan Alun-Alun Kanigoro.

Bupati blitar

Bupati Blitar Drs.Rijanto kepada para awak media menyampaikan, untuk Kabupaten Blitar masuk sebagai salah satu dari sebelas wilayah yang memberlakukan PPKM di Jawa Timur. Hal itu dilakukan mengingat perkembangan penyebaran Covid-19 terus menunjukkan tren peningkatan.

“Jadi untuk sementara waktu segala kegiatan yang sifatnya mengundang banyak orang harus dibatasi secara ketat,” ujarnya (12/01/21)

Lebih lanjut Rijanto juga menegaskan, dengan pemberlakuan PPKM ini maka diberlakukan pembatasan operasional di perkantoran maupun instansi sipil yang lain mengalami perubahan. Yaitu kerja dari rumah 75 persen. Sedangkan kerja di kantor 25 persen. Sedangkan untuk sektor pariwisata selama PPKM berlangsung maka tempat teesebut akan ditutup karena berpotensi membuat kerumunan karena dengan hal itu mudahkan penyebaran virus Covid 19.

“Bila masyarakat tidak mematuhi aturan, pihak aparat akan mengambil tindakan tegas ,” tandasnya.

Selanjutnya Bupati juga berharap, dalam masa pemberlakuan PPKM yang dimulai sejak tanggal 11 hingga 25 Januari ini dapat berjalan dengan optimal dan mampu menekan peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Blitar yang dalam.posisi zona merah.

Perlu diktahui sebanyak 11 kabupaten/kota di Provinsi Jatim yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mulai 11-25 Januari 2021, meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten/Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten/Kota Madiun, Lamongan, Ngawi dan Kabupaten Blitar.

Berbeda dengan kondisi Pemkot Blitar, sekarang dalam posisi zona orange, Santoso Walikota menyampaikan, kota Blitar aman tidak terkena intruksi Gubernur melaksanakan PPKM.

” Alhamdulilah masyarakat kota Blitar tidak terkena aturan PPKM, meski begitu kita jangan lengah, terus meningkatkan kedisiplinan menjalankan Protokol kesehatan dengan 3 M,” ungkapnya. (za)