Zona Merah, Kota Tangerang Bagikan BST Tanpa Jalankan Prokes

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang – Miris, PT Pos Indonesia dan Dinas Sosial Pemerintah Kota Tangerang. Saat pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) di SDN Sukasari 4-5, SDN Tanah Tinggi 7 bisa berdampak besar Penyebaran Covid19. Lantaran tidak menjalankan Prrotokol Kesehatan. Sabtu (09/01/2021)

Dari pantauan wartawan di lapangan pun tidak terlihat adanya petugas dari Satgas COVID-19 maupun aparat kepolisian yang bertugas mengamankan. Dalam penyaluran bantuan berbentuk uang tunai Rp 300 ribu yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu ditemui banyak masyarakat yang tidak menerapkan pysical distancing atau jaga jarak dan Protokol Kesehatan.

Mirisnya, penerima bantuan yang didominasi oleh ibu-ibu itu hadir dengan membawa balita. Selain itu, petugas kantor pos memaksa penerima untuk membuka masker untuk di photo sebagai bukti BLT telah diterima sebagai data laporan.

Ardhian salah satu penerima bansos saat ditemui wartawan mengatakan, dirinya merasa kesal mengetahui pihak kantor pos yang memaksa untuk membuka masker. Menurutnya, dengan membuka masker di kerumanan orang sangat mengancam kesehatannya.

“Salah satu petugas kantor pos tadi memaksa saya untuk membuka masker dengan nada tinggi. Alasan dia penerima bantuan agar diphoto dulu untuk dilaporkan ke Kemensos. Buaran Indah ini zona merah, tentunya dengan membuka masker di kerumunan orang banyak, akan berisiko tertular covid 19,” tegasnya.

Lanjut Ardhian, dirinya meminta pihak kantor pos cabang Tangerang mengevaluasi teknis penyaluran BST. Saya minta kantor pos dapat melakukan evaluasi teknis penyaluran bantuan ini agar kedepan tidak ada pelangaran protokol kesehatan yang menyebabkan mudahnya masyarakat tertular covid 19.

Ditempat terpisah salah satu benerima BST di lokasi SDN 4 Sukasari, Wati mengatakan. Banyaknya penerima BST hingga tidak melaksanakan Protokol Kesehatan, sangat berdampak besar Penyebaran virus covid19, karena kota Tangerang dinobatkan zona merah, katanya.

“Saya was-was bercampur bingung, kok boleh ada kerumunan begini, sementara pengajian dan yang lain tidak boleh,” kata Wati sembari mengaku antri untuk mendapatkan BST sebesar Rp.300 ribu.

Sementara salah satu petugas wanita yang di konfirmasi menegaskan mereka hanya sebagai petugas.

“Kami juga tidak mau begini pak, kami hanya petugas. Silahkan bapak ke PT Pos, pimpinan Dinsos dan Walikota,” ucap petugas yang enggan disebutkan namanya, sambil bergegas pergi meninggal awak media.

Sampai berita ini diturunkan belum ada kutipan resmi dari pihak Kantor Pos, Dinsos Kota Tangerang dan Gugus Covid19. (Amr)

Leave a Comment