Pemerintah Kabupaten Blitar Siapkan Pos Anggaran BTT 50 Milyar Untuk Vaksin Covid 19 Ini Penjelasannya.

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Sejalan dengan program Pemerintah Pusat tentang penangulangan Bencana Nasional Covid 19 dalam tahun anggaran 2021 Satgas Covid 19 Kabupaten Blitar melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar akan menyiapkan regulasi anggaran untuk vaksin Covid-19, sebesar Rp. 50 milyar yang dimaksukan ke dalam pos Belanja Tidak Terduga (BTT) pada APBD 2021.

Khusna Lindarti Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Blitar, kepada media ini mengatakan hal ini dilakukan untuk persiapan vaksin Covid-19 pada 2021, selain itu juga sebagai dana untuk penangulangan bencana non alam, sedangkan anggaran sebesar itu juga sudah masuk dalam persetujuan DPRD pada 30 Desember 2020 .

“Kita menyiapkan Anggaran BTT bisa untuk bencana alam dan bencana non alam, termsuk penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Kepala bpkad khusna lindarti

Lebih lanjut Khusna menjelaskan jika anggaran BTT adalah dana yang diparkir yang digunakan sesuai kebutuhan. Dana yang bersifat emergensi penggunaanya tidak dapat diperinci sebelum terjadi bencana, namun yang pasti Pemerintah Kabupaten Blitar sudah menyiapkan melalui pos anggaran BTT, akan tetapi dana itu bisa digunakan bila sudah tahu besaran angka kebutuhannya berapa. Jadi tidak semuanya untuk vaksin Covid-19, tapi bisa untuk bencana lainnya,” jlentrehnya. (04/01/21).

Khusna juga menyampaikan, karena setelah kebutuhan untuk vaksin Covid-19 sudah jelas berapa, maka bisa diajukan menggunakan BTT. Sampai saat ini dia mengaku terkait kebijakan tersebut belum ada petunjuk resmi mengenai anggaran untuk vaksin Covid-19, termasuk siapa sasaran dan berapa biayanya. Akan tetapi Pemerintah Daerah se Indonesia telah diminta oleh Pemeritah Pusat agar menyiapkan anggarannya, karena pendistribusian vaksin Covid-19 direncanakan awal 2021 ini.

“Dalam prosedur keuangan daerah dana persiapan itu bisa ditambah melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2021 bila itu sangat mendesak dan harus, maka Pemerintah daerah akan melakukan refocusing dan realokasi anggaran,” tandasnya.

Dalam melakukan vaksin Covid-19 pemerintah menerapkan 2 metode, gratis ditanggung pemerintah dan vaksin mandiri. Untuk yang gratis dibiayai pemerintah bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS, sedang yang mampu dengan biaya sendiri besarnya sekitar Rp 400.000 per orang.

Sementara itu Juru Bicara gugus tugas Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti dikonfirmasi media ini menjelaskan, saat ini masih dalam tahap persiapan dan sedang masih pendataan untuk yang masuk vaksin tahap pertama, yang direncanakan 2 pekan mendatang.

“Mereka yang masuk daftar pertama adalah tenaga kesehatan, TNI-Polri, Sat Pol PP serta tenaga pelayanan masyarakat,” kata Krisna.

Selain pendataan, masih ungkap Krisna, pihaknya sekarang juga telah menyiapkan peralatan dan petugas kusus yang akan melayani vaksinasi dan tidak sembarang nakes.

“Kita akan terus melakukan up date data yang akan divaksin tahap pertama, tahap pertama sudah selesai terdata,”jelasnya.

Krisna menambahkan untuk tahap awal yang bakal divaksin Covid-19 di Kabupaten Blitar sekitar 6.415 orang, terdiri dari nakes 4.644 orang, TNI-Polri 1.377 orang, Sat Pol PP 70 orang dan petugas pelayanan masyarakat (terminal, stasiuan, dampak, PLN dan PDAM) 324 orang. “Untuk nakes secara keseluruhan, baik RS negeri maupun swasta,” ungkap Krisna. ( za )

Leave a Comment