Kasus Pemukulan Wartawan di Buntok, Dewan Pers Dukung Setiap Langkah Mencari Keadilan

MEGAPOLITANPOS. COM (Jakarta) — Proses hukum terhadap kasus pemukulan wartawan _baritorayapost. com_ yang kini ditangani Polres Barito Selatan terus berlanjut.

“Dewan Pers mendukung setiap langkah wartawan untuk mendapat keadilan,” kata Wakil Ketua Dewan Pers Henry Ch Bangun, menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta mengenai proses hukum yang kini sedang berlangsung di kepolisian.

Sebagaimana diberitakan, seorang oknum anggota DPRD Barito Selatan menyerang wartawan bernama Amar Iswani yang sedang meliput berita di gedung DPRD tersebut. Diketahui, Amar Iswani adalah wartawan media _baritorayapost. com_

Penyerangan menggunakan tongkat bisbol tersebut dilakukan dengan dua kali pukulan. Pukulan pertama yang mengarah ke wajah wartawan sempat ditangkis wartawan yang bersangkutan. Sedangkan pukulan kedua sempat dihadang rekan wartawan lain. Sehingga wartawan tersebut tidak menderita luka.

Setelah terjadi penyerangan tersebut, korban meski tidak menderita luka, segera melaporkan tindak pidana tersebut ke Polres Barito Selatan.

Tekad wartawan tersebut melapor ke Polres Barito Selatan semakin bulat setelah mendapat dukungan penuh dari pihak perusahaan pers tempat dia bekerja.

“Karena akibat pemukulan dengan tongkat bisbol berbahan logam itu, meski tidak sempat melukai diri saya karena saya tangkis dan dihadang teman wartawan lain, tetapi sangat berdampak pada perusahaan pers tempat saya bekerja. Saya trauma, takut bekerja, takut keluar rumah, takut meliput berita,” kata Amar Iswani.

“Dan yang jelas, saya tidak tahu apa sebab atau alasan oknum DPRD Barsel itu menyerang saya. Karena itu kami serahkan kepada penegak hukum untuk mencari tahu penyebab atau alasannya. Dan saya minta oenegak hukum memberi keadilan kepada saya dan perusahaan tempat saya bekerja,” lanjut Amar.

Dewan Pera, demikian Henry Ch Bangun, tidak bermaksud mencampuri proses hukum. Tetapi jika pihak korban tetap bersikeras melanjutkan proses hukum, “Ya silahkan
sampaikan saja ke polisi. Alasannya, apa yg dilakukan anggota DPRD itu merupakan tindakan pidana dan dilakukan kepada wartawan yang sedang bertugas dan dilindungi Undang-undang,” tegas Wakil Ketua Dewan Pers tersebut. (don/red/MP)

COMMENTS

Leave a Comment