Pendemo Penggusuran Tol Jorr 2 Kesal Tidak Berhasil Bertemu Walikota Tangerang

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Pendemo korban penggusuran Tol Jorr 2 geruduk kantor Walikota untuk menemui, mereka kesal dan kecewa karena Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, tidak menemui mereka.

Warga korban penggusuran proyek Jalan Tol Jorr 2 menginap di depan kantor Walikota kemarin hingga hari ini Selasa, (15/12/2020).

Pendemo datangi gedung Pemkot Tangerang

Warga menuntut kompensansi atas rumah yang digusur untuk pembangunan Tol Jorr 2 tersebut.

“Kita tidak ingin kaya dari hasil gusuran ini. Tapi kita ingin kembali kebeli rumah di tempat yang kami tinggal dari kecil. Sedangkan disitu harga-harganya Rp8 juta ketas permeternya, kami hanya dihargai Rp2,6jt,” ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Ia juga menambahkan dulu mereka digiring di kelurahan. Kita di kasih amplop dan mereka bilang silahkan ibu-ibu terima amplopnya dan buka. Tapi sebelum buka, silahkan tanda tangan dulu kalo mau lihat dalamnya. Tapi kalau tidak terima dengan harga itu, silahkan ke pengadilan 14 hari kerja.

“Kami orang awam yang tidak mengerti hukum. Jadi kami ikut aja ke pengadilan. Jadi siapa disini yang salah?,” ujar salah seorang warga.

Dari pantauan megapolitanpos.com, saling dorongpun tidak terhindarkan antara warga yang rata-rata ibu-ibu dan aparat Satpol PP Kota Tangerang, bahkan salah seorang warga pun ada yang pingsan. Warga kesal karena walikota tidak menemui warga.

Emosi warga semakin pecah saat melihat instagram, walikota sedang rapat. Saat dilihat lagi di instagram, postingan tersebut sudah dihapus.

“Giliran dia (Wali Kota Tangerang Red.) butuh saja ngemis-ngemis nemuin kita. Giliran kita butuh saja ogah nemuin kita,” ujar Dedi.

Di satu sisi, salah satu staf Pemkot Tangerang mengaku masih merapatkan solusi terbaik untuk warga Benda.

Aksi lanjutan pada Selasa sebagai bentuk kekecewaan karena Kuasa Hukum Pemkot Tangerang tidak menghadiri mediasi yang sudah dijadwalkan. Yang dimana pemerintah kota Tangerang, tidak mampu menghampiri kita semua.

“Maka dari itu kami warga Benda bersama Barisan Perjuangan Rakyat Tangerang menyatakan sikap mosi tidak percaya kepada Pemerintah Kota Tangerang,” ujar Marcel seorang aktivis sosial.

Marcel mengatakan langkah selanjutnya warga akan bertahan di kantor Wali Kota sampai Jumat apabila Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah belum melakukan langkah dan upaya dalam menyelesaikan tuntutan warga ini.Aldo

COMMENTS

Leave a Comment