Arteria dahlan konferensi pers di rumdin walikota blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Tak terima Posko Arteria Dahlan Center Blitar didatangi anggota Polres Blitar dan Bawaslu, Arteria Dahlan tersinggung dan tantang buka bukaan, hal ini disampaikan Anggota Komisi III DPR RI satu jam setelah acara pemantauan hasil hitung cepat Pemilukada Blitar tanggal 9 Desember kemarin.

Arteria dahlan

Arteria Dahlan dalam konferensi Persnya di Rumah Dinas Walikota, Rabu petang ( 09/12/20 ) intinya mengecam keras tidakan yang dilakukan oleh oknum anggauta Polresta Blitar, tindakan mendatangi rumah Partai Posko Media Center Arteria Dahlan, adalah sebuah kesalahan fatal dan menciderai hubugan baik Institusi Polri degan PDI Perjuangan yang sudah terjalin sangat baik.

“Kami sangat menyayangkan sikap ugal-ugalan, gaya koboy oknum, tindakan itu tak bisa dibiarkan, kami akan bawa dan laporkan kejadian di Blitar Kota ke Propam dan Kapolda Jatim serta akan saya teruskan ke Kapolri Jendral Idham Azis,” Tegas Arteria Dahlan.

Masih kata Arteria Dahlan, kami merasa dirugikan yang tiba- tiba digeruduk oleh oknum anggauta Polresta, kami ajukan permintaan ke Kapolri untuk melakukan upaya korektif terkait kepemimpinan Kapolresta AKBP Leonard M Sinambela dan kasat Intel untuk ditindak dan diberikan sangsi, kami juga minta untuk dihadirkan Propam Mabes Polri dan Polda .

“kami minta semua diperiksa apakah cara kerja dinstitusi Polresta Blitar sebagaimana aturan hokum sudah taat hukum, apakah iya hanya di Resort Polresta Blitar pertambangan ilegal masih marak, ada orang yang disuruh menambang diluar titik koordinat, kemudian ditangkap dan disuruh bayar kemudian keluar lagi, saya mensinyalir ada beberapa titik pertambangan yang dilegalkan di back up oleh oknum anggauta, saya menanyakan ini semua untuk di jawab,”ungkapnya.

Selain itu ungkapan kekecewaan Arteria Dahlan juga menyinggung masalah maraknya dugaan praktek pungli di Satlantas, maraknya perjudian 303 diwilayah hukum Polresta, kalau mau buka bukaan PDI Perjuangan Jagonya, Saya ditugaskan untuk melindungi dan menjaga muka institusi Polri, “ Ternyata Institusi Polri Polresta Blitar tidak mau dan tidak bisa menjaga muka PDI Perjuangan, kami dipemalukan, kami minta Kapolrtes Blitar kota untuk di evaluasi,” imbuhnya.

Kronoligis awalnya Minggu (6/12/2020) di posko anggota DPR RI Komisi III, Arteria Dahlan Center Blitar di Jl. Sultan Agung, ada rapat konsolidasi partai didatangi polisi dan Bawaslu, sekitar jam 16.00 WIB yang dikiranya itu adalah kampanye terselubung karena dalam masa tenang menjelang coblosan.

Dilansir dari Media LenteraToday.com, Penanggungjawab Posko Arteria Dahlan Center Blitar, Ari Hadianto menyebutkan, insiden tersebut adalah hal yang sangat memalukan dan merugikan pihak Arteria, karena kegiatan itu hanya sebuah konsolidasi internal PDIP, yang mengundang pengurus ranting dan anak ranting se-Kecamatan Sukorejo Kota Blitar.

Hal senada juga dijelaskan oleh Sekretaris Bersama Posko Arteria Dahlan Center, Joko Tri Asmoro pihaknya merasa dipermalukan dihadapan pengurus ranting dan anak ranting. Padahal kegiatan itu sudah menerapkan protokol kesehatan, membatasi jumlah yang diundang dan waktunya. Dan Bambang Arintoko selaku ketua Bawaslu kta Blitar dalam konfirmasinya membenarkan jika pihaknya datang ke lokasi setelah menerima laporan dari pihak kepolisian Poresta Blitar.

“Menurut Bambang kegiatan konsolidasi internal partai semacam itu diperbolehkan pada masa tenang. Selama tidak memenuhi unsur kampanye, termasuk kegiatan reses sebagai anggota DPR RI”.

Hingga Berita ini diturunkan, media ini menghubungi Humas Polresta, saat dihubugi lewat pesan singkat W A untuk konfirmasi dengan Kapolres Leonard M Sinambela 10.51 WIB namun belum ada balasan.(za)