Sekolah Online Untuk Siswa TK-SD Ditengah Pandemi Covid -19 Semakin Memberatkan Orang Tua

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Pembelajaran daring artinya adalah pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial.Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka, tetapi melalui platform yang telah tersedia.Segala bentuk materi pelajaran didistribusikan secara online, komunikasi juga dilakukan secara online, dan tes juga dilaksanakan secara online. Pandemi Covid-19 memaksa kebijakan social distancing, atau di Indonesia lebih dikenalkan sebagai physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk meminimalisir persebaran Covid-19. Jadi, kebijakan ini diupayakan untuk memperlambat laju persebaran virus Corona di tengah masyarakat.

Banyak orang tua yang punyak anak ditingkat TK dan SD mengaku stress ketika mendampingi proses pembelajaran dengan tugas-tugas sekolah, belum lagi harus memikirkan keberlangsungan hidup dan pekerjaan masing-masing di tengah krisis dampak pandemi Covid-19 ini, sistem pendidikan kita harus siap melakukan lompatan untuk melakukan transformasi pembelajaran daring bagi semua siswa dan oleh semua guru. Kita memasuki era baru untuk membangun kreatifitas, mengasah skill siswa, dan peningkatan kualitas diri dengan perubahan sistem, cara pandang dan pola interaksi kita dengan teknologi.

Seperti yang dituturkan oleh Dwi (42) warga desa Karangsono Rt.04 Rw.03 Kecamatan Kanigoro, ibu 2 anak ini acap kali mengeluh setiap hari mengajari anaknya daring atau sekolah online dirumah.

“Sungguh berat mengajari anak dirumah saya bisa stress dengan tugas-tugas dari sekolah yang setiap hari semakin banyak, belum lagi dengan mengurusi anak ke 2 nya yang masih berusia 4 tahun,”ungkapnya

Masih kata Dwi, dengan tugas sekolah dimasa pandemi Covid 19 dengan model daring, dirasakan memberatkan para orang tua, utamanya ibu-ibu rumah tangga sehingga semakin banyak kegiatannya,selain mengajari putrinya yang sekolah daring dirumah juga mengurusi anaknya yang masih kecil.

“Saya setiap hari harus bangun lebih pagi, bersih-bersih rumah dan masak terlebih dahulu, lalu menemani dan membantu anak saya mengerjakan tugas-tugas daring dari sekolahan, terkadang saya juga kasian sama anaknya kalau terus-terusan begini,belum juga kalau anak saya yang paling kecil itu nangis,jadi tidak maksimal saya membantu anak saya mengerjakan tugasnya,” tambah Dwi. Jum’at (11/12/20).

Sementara itu Kepala Desa Karangsono Tugas Nanggolo Dili Prasetyo juga menyampaikan, meskipun Covid-19, dampaknya sangat luar biasa, namun sistem pendidikan harus tetap berjalan dengan model daring, sistem belajar tatap muka dihentikan dan belajarnya dirumah saja.

“Kebijakan Pemerintah ini ditempuh untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19, menuntut ilmu dengan semangat belajarnya. meskipun sekarang sekolahnya dengan system daring/sekolah online tapi kita sebagai orang tua tidak lepas untuk menyemangati anak-anak kita untuk tetap semangat dalam belajarnya,” ujarnya.

Kades Karangsono yang akrab dipanggil Bagas ini juga menyadari meskipun terkadang kami sebagai orang tua capek dan merasa stress karena system ini,tapi kita tetap berusaha menjadi yang terbaik untuk anak-anak.

Mahasiswi stieken

“Adanya sistem daring ini bisa dapat mengawasi anak-anak saat belajar dan bisa lebih dekat lagi dengan anak-anaknya. Kita berharap semoga virus covid-19 cepat berlalu dan hilang dari Indonesia, agar kegiatan kembali normal seperti dulu.(za/kfz) penulis Khoirul Fatimatul Zahro.

Leave a Comment