Sosialisasi Pengawasan Jelang Masa Tenang dan pemungutan Suara Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Blitar ini Harapan Bawaslu

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar– Masa kampanye kontestasi pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Blitar sudah berahir dan memasuki masa tenang sejak tanggal 5 sampai 8 Desember 2020, sesuai tahapan penyelenggara KPU Kabupaten Blitar, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) gelar sosialisasi bertempat di hall Grand Mansion hotel pada Sabtu (05/12/20).

Acara yang mengundang semua tokoh agama, PGRI, Karang Taruna, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI),PHRI, Forum Kewaspadaan Dan Masyarakat, JPPR dan dari unsur Media dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid 19.

Priyo hari santoso devisi pengawasan Bawaslu kab.blitar

Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Abdul Hakam Sholahudin melalui divisi bidang pengawasan Priyo Hari Santoso pada acara siang itu mengatakan, dalam penyelenggaraan Pesta Demokrasi kita sudah melaksanakan tahapan tahapan sosialisasi, alhamdulilah semua telah berjalan dengan baik dan memasuki masa tenang diharapkan sudah tidak lagi ada kampanye propaganda dari masing-masing pendukung paslon dari relawan dan masa pendukungnya, tidak menebar berita hoax dan kriminalisasi.

Peserta sosialisasi

” Kami mengajak kepada segenap lapisan masyarakat agar mematuhi rambu rambu aturan Penyelenggara Pemilukada yang ditetapkan,Pemilukada hanya sebuah sarana mencari figur pemimpin, namun jangan karena hal ini persaudaraan pecah hanya beda pilihan”ungkapnya.

Priyo Hari Santoso lebih lanjut juga mengatakan, karena keterbatasan tenaga Bawaslu sangat membutuhkan kerjasama yang baik semua komponen masyarakat dalam melakukan pengawasan penyelenggaraan Pemilukada Kabupaten Blitar.

“Karena jumlah penduduk kita ada 2 juta 600 ribu,dengan jumlah hak pilih 261 ribu DPT, kerjasama ini penting untuk melakukan pengawasan, masyarakat secara bahu membahu kerjasama dengan Bawaslu, mengawasi dan melapor bila menemukan pelanggaran, untuk mencapai pilkada yang berkualitas, dan tidak ada kecurangan,”ungkapnya.

Sementara itu DR.Imam Fahrudin sebagai nara sumber yang dihadirkan dari Universitas Kadiri, pihaknya banyak menyampaikan tehnis dan mekanisme penyelenggaraan Pesta Demokrasi ditengah masa pandemi Covid 19.

“Dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah dengan biaya yang cukup mahal, maka hasilnya diharapkan maksimal, meski saat pandemi covid 19, dengan capaian partisipasi tinggi, dan kepada semua undangan yang hadir tidak masa bodoh,”ungkapnya

Banyak hal yang harus diketahui oleh masyarakat mulai dari pencoklitan, penghitungan suara dan ormas ini diharapkan lebih berpartisipasi secara aktif dalam melakukan pengawasan, melaporkan bila terjadi kecurangan.

” Kami minta peranan ormas dan organisasi lain yang hadir disini tidak berdiam diri, bersikap. masa bodoh atas hasil kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar tanggal 9 Desember 2020,”pungkasnya.(za)

COMMENTS

Leave a Comment