Kaum Milenial Jadi Tolok Ukur Sukses Penyelenggaraan Pesta Demokrasi Berkualitas

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar –Perhelatan pesta demokrasi kota Blitar tinggal sesaat, bagaimana kiat KPU dalam mensukseskan gelaran pesta rakyat ini menjadi penting, yang substansinya KPU sukses sebagai penyelenggara dan sukses mendapatkan sosok pemimpin yang benar-benar berkulitas dan kemenangan paslon diraih dengan cara yang lebih bermartabat. Untuk itu KPU kota Blitar, menggelar seminar sehari bersama mahasiswa STIEKEN (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi  Kesuma Negara. Red) di Aula STIEKEN , Rabu (02/12/20).

Acara ini dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Humas, Kerjasama, dan Sumber Daya STIEKEN Blitar, Dr. Sandi Eka Suprajang, SE. MM. pihaknya berharap generasi muda bisa lebih berperan aktif mengawal tegaknya demokrasi, sebagai pelopor pergerakan berdirinya negara ini, pemuda punya tanggungjawab mencetak pemimpin yang berkualitas,jujur dan amanah.

“Saya sampaikan apresiasi kepada KPU Kota Blitar yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pilkada kota Blitar dengan mahasiswa Stiken Blitar, saya berharap kedepan bisa di kembangkan,”ungkapnya.

Sementara itu Edy Saputra dari Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Blitar, mengatakan, mahasiswa sebagai pemuda yang peduli akan tanah kelahirannya, jangan jadi penonton saat pesta demokrasi, yang hanya siap menerima setiap keputusan dan tidak peduli siapa yang akan memimpin, bagaimana program kerjanya dan bagaimana janji politiknya saat kampanye.

Wakil ketua bid. humas stieken blitar

“Kontestasi politik ini harus dibenahi oleh tangan mahasiswa yang kaya inovasi dan gagasan, agar makna demokrasi dan politik dapat diselamatkan, jangan bersikap acuh tak acuh apalagi golput,” kata Edy.

Seminar sehari tentang pesta demokrasi

Hal penting yang harus diketahui oleh para generasi muda, adalah, Pemilukada kota Blitar bukan semata-mata hanya peristiwa politik atau hanya sekadar memilih untuk menggugurkan kewajiban.Tetapi Pemilu adalah bagian dari upaya perbaikan sosial dan ekonomi.

“kami sangat berharap mahasiswa Stieken Blitar  yang masih mempunyai idealis tinggi dan pemikiran yang murni, dengan sosialisasi ini bisa berperan aktif mewujudkan pilkada kota Blitar 2020 yang demokratis, jujur, dan adil,”ungkapnya.

Suasana saat itu menjadi lebih hidup dengan sesi tanya jawab dengan para peserta seminar, karena pemilihan Walikota-Wakil Walikota Blitar digelar ditengah wabah dunia pandemi covid19, ada 12 hal baru dalam pilkada 2020 nanti, dan masyarakat wajib mengerti .

“Karena Pandemi covid 19, penggunaan TPS hanya untuk 500 orang pemilih, pemeriksaan suhu tubuh, wajib masker, melakukan disinfeksi, pemilih pakai sarung tangan, cuci tangan , petugas TPS memakai APD, jarak, tidak berjabatan tangan, pemilih wajib pakai pelindung wajah, dan tinta cukup dioleskan disalah satu jari atau ibu jari,”jelasnya.

Panca mahasiswa semester 7 Prodi manajemen, satu diatara peserta sosialisasi, menyambut baik acara KPU dan melibatkan mahasiswa, itu berguna untuk menumbuhkan demokrasi yang baik dan benar di masyarakat, mahasiwa lebih tahu persis kuwajiban dan tanggugjawab dalam penyelenggaraan pesta demokrasi.

“Sosialisai seperti ini sangat penting, karena kita jadi lebih memahami proses pilkada yang  sesuai aturan, mengerti bagaimana cara pelaporan jika kita mengetahui pelanggaran dalam pelaksanaannya,” ungkap Panca (za).

COMMENTS

Leave a Comment