Idris marbawi ketua komisi I

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Ini menyusul wadulan sejumlah kelompok tani di Blitar masalah sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi yang beberapa bulan terahir ini petani tak lagi menerima jatah pupuk bersubsidi.

Menanggapi hal itu Idris Marbawi Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Blitar dikonfirmasi masalah kelangkaan pupuk ini pihahknya mengatakan, beberapa kelompok tani memang sudah menyampaikan ke Dewan, oleh sebab itu dengan adanya regulasi pengurangan pupuk pihaknya akan berikhtiar bersama mencari solusi jalan keluarnya.

“Bagaimana masalah pupuk bersubsidi yang ada di Kabupaten Blitar dengan aturan setiap petani harus memegang Kartu Anggota Tani ini bagi petani sangat memberatkan,” ungkap Marbawi.

Lebih lanjut Idris Marbawi yang juga dari Fraksi PKB ini menjelaskan, mengenai soal itu intinya petani berkeinginan agar prosesnya tidak sulit terkait kuota Pupuk dari Kementerian di tingkat bawah hanya secara otomatis menerima dan menyalurkan saja.

“Disini kewenangan dibawah hanya menerima saja, kedepanya kita ingin berubah ya bagaimana bisa menambah kuota pupuk yang ada, sekarang ini bertambah banyak lagi,” harapnya.

Lanjut Bawi sapaan akrab politisi PKB ini keprihatinan yang mendasar karena ditengah pandemik covid-19 yang berdampak luas, tak hanya sektor ekonomi, tapi juga pertanian kususnya petani kecil.

“Usaha jenis apapun kondisinya sangat anjlok dan sangat memprihatinkan sekali kabupaten Blitar apalagi pupuk kita turun 40%, yang jelas kita minta lipat 5 kali untuk jatah pupuk di Kabupaten Blitar,” paparnya.

Selanjutnya terkait kartu Tani pihaknya minta agar eksekutif banyak melakukan sosialisasi kepada seluruh kelompok tani, bagaimana cara mempermudah mendapatkan pupuk yang sekarang sangat dibutuhkan.

Terkait pernyataan Idris Marbawi dari komisi II DPRD menyangkut langkanya pupuk Ir. Wawan Widianto dikonfirmasi secara tehnis jatah pupuk di Kabupaten Blitar pihaknya belum bisa menyampaikan datanya, karena saat bertugas dilapangan. (za)