MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Mu’awanah mengelar kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ditengah pandemi covid-19 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, bertempat di Masjid Al-Mu’awanah jalan Kisamaun, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Minggu(29/11/2020).

Kegiatan Maulid tersebut dihadiri Ketua DKM Al-Mu’awanah, H Usman jafar asgaf, Ketua Panitia Maulid Alex Alatas, Sekretaris Panitia H Rais Soetrisno, Bendahara H Subali, dan Tausiah oleh Habib Usman bin Muhsin Alkaff.

Ketua DKM Masjid Al-Mu’awanah H Usman jafar asgaf mengatakan, dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ditengah pandemi tetap menedepankan protokol kesehatan.

Sementara itu, Sekretaris Panitia, H. Rais Soetrisno menjelaskan, peringatan Maulid adalah momentum bagi umat untuk memaknai teladan Nabi Muhammad SAW.

“Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya peringatan semata, tetapi bagaimana kita dapat memaknai seluruh teladan Rasulullah Muhammad SAW yang diutus ke muka bumi ini untuk memperbaiki akhlak umat manusia,” kata H.Rais Soetrisno.

Sementara itu, Ustad Buhori mewakili Ketua DKM Masjid Al-Mua’wanah mengatakan, momentum Maulid perlu diisi dengan pesan-pesan akhlak yang mengajarkan cinta kasih, kedamaian, suri tauladan, dan hal hal yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Untuk dapat dimaknai dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kantor, keluarga dan masyarakat,”jelasnya.

Tausiah Maulid yang dibawakan oleh Habib Usman bin Muhsin Alkaff, menyampaikan tiga fase sejarah Nabi Muhammad SAW, yakni sebelum lahirnya Rasulullah, sesudah kelahiran, aktivitas dakwah syiar agama Islam dan bagaimana perkembangan Islam setelah wafatnya Rasulullah Muhammad SAW.

Dijelaskannya bahwa sebelum lahirnya Rasulullah Muhammad SAW, jazirah Arab berada dalam masa kegelapan di mana manusia dapat melakukan apa saja sesuai keinginan dan nafsu kehendaknya atau dikenal dengan zaman jahiliah karena tidak ada hidayah dan nurullah dalam diri manusia.

Karena itu, Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW dengan tiga misi besar, yakni memperbaiki akhlak dan budi pekerti umat manusia, membawa misi agama Islam sebagai “Dinul Haq”, agama yang paling terakhir dan dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang terakhir.
Misi ketiga adalah membawa rahmat bagi alam semesta, buka(jhd)