Depok( MEGAPOLITANPOS.COM) : Anggota DPRD kota depok fraksi PAN Azhari berjanji akan mewujudkan aspirasi warga terkait bedah rumah dengan program Rumah Tidak Layak Huni( Rutilahu).

Menurutnya angka rutilahu paling tinggi di Depok, khususnya di Kecamatan Sukmajaya dari 470 usulan bedah rutilahu tahun depan akan meningkat menjadi 570.

“Kalau mencari rumah yang tidak berkeramik, itu hampir tidak ada, rumah bagus tapi kriteria rutilahu bisa yang kurang sehat, atap bocor, pentilasinya kurang dalam artian masih ada didepok , khususnya Parung Serab Tirtajaya rumah warga yang tidak layak dan sehat untuk dihuni,”ujar anggota DPRD Kota Depok fraksi PAN Azhari, dalam kunjungan masa reses di Kp.Parung Serab, Tirtajaya Sukmajaya Depok, Sabtu malam(28/11/2020).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Anggota DPRD Provinsi Jabar Hasbulah para pengurus Rt, Rw, Babinsa,petugas Panwaslu dan para tokoh masyarakat.

Selain program rutilahu, dalam masa resesnya Azhari berkomitmen akan terus memperjuangkan aspirasi warga terkait pelayanan sarana dan prasarana Depok.

” Malam ini kita bukan kampanye, hanya menyerap aspirasi warga untuk disampaikan ke Walikota, jadi silahkan warga menyampaikan keluhan, uneg- uneg terkait program kota Depok, sebagai anggota dewan saya berkewajiban mendengar dan memperjuangkan aspirasi warga,” ujar Azhari.

Sekolah Negeri

Menanggapi usulan warga tentang langkanya Puskesmas maupun sekolah negeri di Depok baik SDN, SMAN maupun MIN, Azhari juga akan mengupayakannya meski diakuinya terikat prosedural yang agak rumit.

” kalau untuk sekolah negeri seperti yang diinginkan warga, itu adalah domainnya kementerian atau dinas terkait, diknas atau kemenag, kendalanya adalah lahan, ketika ada hibah lahan atau sekolah swasta ingin berubah negeri itu bisa saja kita usulkan, cuma nanti serah terimanya hak milik menjadi kewenangan instansi terkait, demikian juga soal puskesmas, “jelas Azhari.

Tambah Azhari fraksinya konsisten sejak 2013 mengusulkan pembangunan SMAN maupun MIN namun masih terkendala teknis.

” Niat itu selalu ada paling tidak ada lahan sekitar 4000- 6000 m2 untuk mendapatkan anggaran , namun kendalanya yang lain dinas terkait selama ini belum melakukan sinergi,” tegas dia.

Terkait persoalan sampah yang dipertanyakan warga yang minta di caver beban iuran bulanan sebesar Rp25 ribu/ bulan, azhari kembali akan membawa persoalan tersebut dalam masa sidang DPRD.

“Sampah didepok itu 1300 ton perhari yang bisa diangkut sekitar 700 ton perhari ke Cipayung, sisanya 600 ton berserakan, Perda no 5 ada bank sampah, terkait perda sampah, tahun 2018 direvisi perda tersebut, mau tarik restribusi sampah ke masyarakat, pasalnya mandeg dan kembali ke perda 2013 yang berlaku hanya menarik iuran warga perumahan, soal restibusi warga terserah para pengurus lingkungan dengan kesepakatan warga,” imbuhnya.

Turab Sungai Ciliwung

Sementara Pemerhati lingkungan yang juga pengurus rt008/ 02, Sugianto dalam kesempatan yang sama mengusulkan, bantaran Sungai Ciliwung dilokasinya untuk dilanjutkan pembangunan Turab agar dapat menjadikan bantaran sungai tersebut menjadi Ecowisata bagi para warga depok dan sekitarnya.

” memang sudah ada pembangunan turab sepanjang 30m2 dari hasil Musrembang, cuma masih tersisa 170m2 yang belum dibangun, dan mengapa kami ingin dilanjutkan karena pak Walikota Idris pernah mempertanyakan kelanjutannya,” ungkap Sugianto.

Menanggapi hal tersebut Azhari berjanji akan meneruskannya dengan lembaga terkait seperti balai besar Cisadane – Sungai Ciliwung, untuk itu dirinya juga pada kesempatan yang akan datang akan melihat langsung wilayah yang akan dijadikan ecowisata tersebut.

” dalam pembangunan bantaran sungai memang ada di domainnya balai besar Cisadane, saya akan ajak bapak nanti untuk bicara langsung pada pengurusnya nanti, meski demikian saya mengingatkan jangan ada pembangunan yang melewati garis sepadan,” tukasnya.

Sementara ketua panitia Rachman dalam sambutan akhir penyelenggaraan masa reses dprd tersebut mengajak warga untuk bersama sama datang ke TPS pada 9 Desember nanti untuk Pilkada.

” kami mengajak warga untuk tidak khawatir datang ke TPS nanti, karena panpel sudah memenuhi syarat protokol kesehatan, dan siapapun yang terpilih adalah walikota kita,” pungkasnya.(Ach.Sholeh)