Bambang priono pengelola bbi klemunan tengah berbagi informasi

MEGAPLITANPOS.COM, Blitar – Sampai kapanpun menimba ilmu mencari pengalaman tak terbatas waktu dan usia, untuk kemajuan suatu daerah ini hal yang biasa saling tukar pengalaman untuk peningatan kesejahteraan masyarakat serta peningkatan Pendapat Asli Daerah, seperti yang dilakukan oleh Dinas peternakan Perikanan Kelautan BBI Kabupaten Wonogiri jawa Tengah.

Dalam kunjungan itu Joko Mujtahidbu selaku ketua rombongan tamu mengajak 5 orang dari 4 Balai Benih Ikan di Kabupaten setempat dengan maksud dan tujuan ingin menimba ilmu, wawasan dan pengetahuan tentang budidaya ikan koi dan nila termasuk pemasarannya.

“ Kami rombongan dari Wonogiri, ingin belajar bagaimana budidaya ikan koi dan juga termasuk ikan nila, selain itu tak kalah pentingnya tentang bagaimana dan managemen pembenihan di BBI Kabupaten Blitar,”ungkapnya.

Joko saat itu juga menyampaikan, bila di Kabupaten Wonogiri juga terdapat pembenihan ikan nila yang jadi komoditas utama, namun itu beda stain dengan nila yang ada di Kabupaten Blitar kususnya, dan sebagian daerah di Jawa Timur, yang banyak membudidayakan jenis nila hitam atau nila kekar, sedangkan yang dilakukan di Kabupaten Wonogiri adalah jenis nila merah.

“ Kami juga ingin mendalami belajar geomembran yang digunakan di Kabupaten Blitar, karena ditempat kami tanahnya juga porous sehingga air kolam sering habis, sehingga ilmu dari BBI Klemunan dan BBI babadan bisa diterapkan,” ujar joko lagi.

Sementara itu Kepala dinas Peternakan Perikanan kelautan kabupaten Blitar melalui Kepala Bidang Budidaya Drh. A.M. Andjari Laksmayoni, diapingi Bambang Priono pengelola BBI Wlingi, kepada media ini menyampaikan atas kunjungan dari Balai Benih Ikan Kabupaten Wonogiri, rombogan kami ajak melihat dari dekat ke tempat pembudidaya ikan koi di desa Sumber Kecamatan Sanankulon dan selanjutnya ke BBI Klemunan dan BBI Babadan Kecamatan Wlingi.

“ Robongan tamu merasa cukup puas sekali, dan lagi karena pembudidaya koi di Blitar sudah menggunakan tehnologi yang sangat baik, dengan kolam filter untuk menjaga kualitas air, sehingga koi yang dihasilkan bisa maksimal bagus,” uncap Andjari.

Lebih lanjut pihaknya juga menyampaikan, bahwa kunjungan BBI Wonogiri tersebut juga mengakui dengan model yang bagus, maka juga tak heran bila koi Kabupaten Blitar dijadikan barometer perkembangan budidaya koi di Indonesia. Managemen, tehnologi Pembenihan ikan di Kabupaten Blitar ini kedepannya bisa menjadi contoh untuk diaplikasikan di Kabupaten Wonogiri.

“ Kedua daerah ini kebetulan memiliki postur tanah yang sama, terutama penggunaan geomembrane untuk mengatasi tanah porous, dengan model seperti di Blitar maka kolam akan lebih hemat air terutama disaat musim kemarau,” punkasnya. (Adv/Kmf/za)