Perawatan koi pemberian vitamin agar tidak sakit

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Perubahan suhu yang ekstrim atau anomali sering membuat petani ikan hias ketar ketir, suhu kolam yang tidak stabil panas hujan bisa berdampak buruk. Dan bila salah langkah penanganan pengobatan bisa fatal.

Menghadapi anomali, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Peternakan Perikanan Kelautan, akan membantu petani pembudidaya ikan secara maksimal.

Kepala Dinas Peternakan Perikanan Kelautan Drh. Adi Andaka mengatakan untuk musim seperti sekarang ini, pihaknya menyarankan untuk menjaga kualitas air dengan melakukan pergantian air sebagian dan memberikan probiotik, selanjutnya dilakukan penambahan multivitamin Dan vitamin c dipakan (27/11/20).

“Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan, bila sudah terjadi infeksi penyakit maka penanganan dilakukan sesuai dengan gejala yang muncul,”ujarnya.

Dia juga menjelaskan jenis penyakit yang sering muncul disaat cuaca buruk seperti jamur maka ditangani dengan memberikan MB, kalau bakteri dengan memberikan antibiotic Dan bila parasite bisa dilakukan penanganan dengan desinfektan.Kita juga berusaha untuk mengatasi masalah tersebut dengan memberikan pelayanan laboratorium gratis untuk para pembudidaya ikan. Pelayanan.

“Laboratorium ini mencakup pengujian kualitas air, diagnosis penyebab penyakit dan identifikasi penyakit baik parasit, jamur maupun bakteri,”jlentrehnya.

Setelah dilakukan pengujian masih kata Adi Andaka, selain itu pembudidaya akan memperoleh laporan hasil uji dan analisa hasil pengujian yang didalamnya terdapat penjelasan kenapa penyakit ikan itu bisa terjadi, pihaknya juga akan memberikan petunjuk sekaligus tata cara bagaimana cara penanganan atau pengobatan penyakit ikan tersebut.

“Pada musim seperti ini akan sering muncul penyakit karena memang ada perubahan cuaca dan air hujan yang menyebabkan perubahan parameter kualitas air terutama suhu dan phnya.Perubahan parameter yang drastis dapat menyebabkan ikan stress dan pada akhirnya muncul infeksi penyakit,”pungkasnya. (Adv/Kmf/za)