Krisna yekti jubir gugus tugas covid 19 kabupaten blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Inilah yang terjadi di kabupaten Blitar, lantaran kelonggaran ijin acara resepsi hajatan menambah daftar panjang catatan orang terpapar Covid 19, hal ini ditandai beberapa pekan terakhir ada kluster hajatan muncul di Kabupaten Blitar. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid Kabupaten Blitar mencatat 8 orang reaktif dengan kematian 1 orang.

Krisna Yekti Juru bicara gugus tugas Covid 19 mengatakan kluster hajatan ini tergolong masih baru pertama kali muncul di kabupaten Blitar. Riwayat munculnya kluster baru tersebut bermula ketika hadir seorang keluarga pemangku acara hajatan yang berada di Desa Tuliskriyo Kecamatan Sanankulon. Setelah selesai acara hajatan, yang bersangkutan meninggal dunia, yang kemudian diketahui orang tersebut dinyatakan positif Covid-19.

“Ada keluarga bertamu ke hajatan terpapar Covid-19. Kebetulan dia komorbid atau punya penyakit penyerta dan akhirnya meninggal dunia. Kemudian kita tracing dan kita swab sekitar 20 orang. Hasilnya kita dapatkan 8 orang positif dari hajatan pernikahan yang digelar di rumah salah satu warga,” jelasnya (26/11/20).

Krisna mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah memprediksi dengan longgarnya ijin hajatan akan adanya kluster baru. Ketika hajatan diperbolehkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar mewajibkan penyelenggara untuk mematuhi protokol kesehatan dan tidak mengundang banyak tamu tapi terabaikan.

“Sebenarnya kita sudah prediksi, ketika kita perbolehkan hajatan, yang kita perbolehkan itu sebenarnya masih dalam tanda petik dengan mematuhi protokol kesehatan. Kemudian, ketika kita menerbitkan rekom, pasti di rekom itu disebutkan tidak boleh mengundang banyak orang. Ini dilihat dari tempat tinggalnya, kapasitas gedungnya.

“Kita berharap, hajatan itu dilakukan secara sederhana, karena masih pandemi. Namun ternyata kondisi di lapangan berbeda,” ujar Krisna.

Krisna menambahkan, dengan adanya kluster hajatan ini pihaknya meminta masyarakat yang hendak menggelar hajatan agar betul – betul mematuhi protokol kesehatan, sesuai dengan rekomendasi yang telah dikeluarkan pihak kecamatan.

“Sekarang rekomendasi gelaran hajatan yang mengeluarkan adalah kecamatan. Setelah dapat rekomendasi, kami minta masyarakat yang akan menggelar hajatan benar-benar mematuhi aturan sesuai rekomendasi itu agar tidak menimbulkan klaster baru,” tegasnya.

Hingga saat ini jumlah komulatif kasus Covid-19 di Kabupaten Blitar mencapai 1.055 kasus. Dari jumlah tersebut, 911 dinyatakan sembuh, sedangkan 82 meninggal dunia.(za)