Kepala BPBD Abdul Cholik

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Ini disebabkan cuaca extrim Hidrometeorolgi tahun ini, sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mengintruksikan kepada Seluruh camat dan kepala desa/Kepala Kelurahan di Kabupaten Blitar melakukan mitigasi bencana, mengingat hampir seluruh wilayah Kabupaten Blitar berpotensi menghadapi bencana hidrometeorologi atau bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, hingga bencana puting beliung yansempat terjadi pada tahun 2019 kemarin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Ahmad Cholik kepada para awak media mengatakan, di Kabupaten Blitar sudah dilakukan louncing Satgas kedaruratan oleh Pjs.Bupati Blitar Drs.Budi Santoso, untuk itu pihaknya langsung menidaklanjuti dan sekarang sudah mengirim surat kepada seluruh camat diteruskan kepada seluruh kades dan lurah untuk melakukan upaya mitigasi bencana.

Kondisi banjir hari ini di pantai jolosutro wates

“Ini kami lakukan untuk mengurangi risiko bencana, seperti pemangkasan pohon yang berpotensi roboh saat ada hujan deras yang disertai dengan angin kencang atau putting beliung, agar tidak ada korban jiwa. Potensinya biasa terjadi seperti Ponggok, Wonodadi, dan Udanawu,” ungkapnya (25/11/2020).

Analisa BPBD berdasarkan data badan meteorology dan geofisika, selain angin kencang dan puting beliung, bencana lain yang perlu cermati seperti adanya tanah longsor dan banjir.Daerah rawan tanah longsor di antaranya adalah Kecamatan Wlingi, Doko, Selorejo, Garum, Nglegok, Kademangan, Bakung, Wonotirto, Wates serta Kecamatan Panggungrejo.

“Seperti di Gandusari dan Kecamatan Doko sudah beberapa kali terjadi longsor. Dan di sana memang paling sering terjadi bencana tanah longsor. Jadi kami minta warga untuk menjauhi tempat-tempat rawan bencana tanah longsor ini. Kami minta waspada tapi jangan panik,” tegasnya.

Selanjutnya kawasan langganan banjir di Kecamatan Sutojayan, saat ini normalisasi masih sedang berjalan dan belum tuntas, normalisasi Kali Bogel diharapkan bisa mengurangi banjir pada musim hujan tahun ini. Namun, proyek normalisasi Kali Bogel baru bisa dilihat maksimal atau tidak dalam mengatasi bencana banjir pada puncak musim musim hujan pada Januari-Februari 2021 nanti.

Untuk saat ini masih belum terjadi banjir di Sutojayan. Harapan kami tidak banjir yag sampai menggenangi rumahpenduduk dan lahan pertanian. Tapi akan kita lihat nanti di puncak musim hujan Januari-Februari tahun 2021,”imbuhnya.

Cholik menambahkan, selain normalisasi sungai, langkah mitigasi yang terpenting dalam mengatasi banjir tahunan di Kecamatan Sutojayan adalah dengan melakukan penghijauan. Salah satu dmpak banjir yang sering melanda seperti di Kelurahan Sutojayan, Bacem, Sukorejo, wonorejo Kalipang juga termasuk dikeuahan Pandanarum dan sekitarnya, melalui rapat koordinasi bersama Legeslatif juga pernah disinggung. (za)