Satrio keren lebih dewasa

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Putaran ke 3 atau putaran terakhir debat publik pemilihan calon Walikota dan Wakil Walikota Blitar (25/11/20) dilaksanakan KPU Kota Blitar bertempat di gedung kesenian kota Blitar jalan Kenari Kelurahan Plosokerep, dengan tema “Pembangunan dan Ekonomi”,seperti pada gelaran debat pertama dan ke dua pasangan Henri Pradipta Anwar-Yasin Hermanto,Henri calon Walikota masih terkesan agresif dan cenderung menjatuhkan paslon Santoso-Tjutjuk (ini yang terlontar dari kalangan masyarakat netral kota Blitar. Red)

Debat publik ke 3 pilwalikota blitar

Gelaran yang semestinya menarik simpati masyarakat kota Blitar yang mayoritas berpendidkan tinggi dan menengah dan menjadikannya sebagai barometer secara kwantitas dan kawalitas bagi calon pemimpin kota Bumi Sang Proklamator ini, Calon Walikota Blitar pada perhelatan debat semalam, Santoso nampaknya juga mulai terusik dengan beberapa kali moment debat yang selalu dikritisi,pada segmen ke-2 Santoso berucap kepada Henri Pradipta Anwar agar lebih fokus dengan pertanyaan Panelis, karena penjelasan Henry banyak yang melenceng dan keluar dari pertanyaan Panelis.

“Saya berharap agar paslon 01 Hensin lebih fokus kepada pertanyaan. Soal jas yang kami kenakan tidak ada hubungannya dengan materi debat saat ini. Jangan tebar pesona saja,” ucap Santoso dikutip dalam debat Rabu (25/11/2020).
Pada acara debat ke-3 sesion ke dua ada tiga pertanyaan dalam Sub Tema Kajian Bidang Usaha Mikro. Yang ditanyakan Panelis adalah, “Apa persoalan UMKM atau Koperasi selama pandemi, ada berapa UMKM yang terpuruk saat pandemi dan bagaimana strategi membangun kembali UMKM pasca pandemi.

Dalam menjawab pertanyaan Panelis itu, Henri paslon 01 calon Walikota menjawab Dia ingin membeli produk UMKM lokal, tetapi yang disampaikan adalah justru lebih memilih mengkritisi

kendala Disperindag yang belum mencairkan sebuah bantuan. Bahkan, Henri berkata “saat ini saya berdua memakai baju batik asli produk UMKM Blitar dan kami lebih enjoy saat AC diruangan ini mati, berbeda paslon 02 yang mengenakan jas nampak gerah badan ketika AC di ruangan mati,”ungkapnya.

Menanggapi argumentasi Henry , Paslon Satrio Keren Santoso-Tjutjuk, Cawali Santoso mengingatkan Paslon 01 supaya tidak selalu keluar dari pertanyaan Panelis. Santoso berpandangan, kondisi riil pelaku UMKM dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kota Blitar terdampak Covid-19 ada 2.500 orang. Bagaimana caranya agar para pelaku usaha mikro UMKM dan PK-5 bisa bangkit tidak stanting, Santoso berkebijakan jika terpilih lagijadi Walikta Blitarakan memberikan bantuan modal guna menggairahkan lagi kegiatan usaha UMKM dan PK5 melalui OPD terkait.

“Memang ini adalah kondisi riil disaat koperasi dikota Blitar dilanda pandemi Covid 19. data yang kami verifikasi, ada sekitar 2.500 pelaku UMKM maupun PK5 dibawah binaan Dinas Koperasi. Kami sudah transfer ke Disperindag tapi dinas ini bagaimana bisa segera menyampaikan. Kita berfikir disaat masyarakat dihadapkan pada kasus wabah covid 19, bantuan modal sudah kita rencanakan dari hasil refocusing dengan memberikan bantuan Rp.600 ribu setiap PK5 dan pelaku UMKM di kota Blitar ini,” Papar Santoso.

Dikatakan Santoso lagi, pihaknya ketika masih menjabat Walikota juga sudah menginstruksikan Disperindag supaya penyaluran bantuannya melalui Bank Arta Praja Pemkot Blitar supaya tidak ada pungutan liar. Pembinaan kepada Disperindag, juga selalu dilakukan demi mempercepat bantuan kepada pelaku perdagangan.

Dalam sesi terahir debat public ke-3 malam itu dari panelis juga menyampaikan materi pertanyaan yang sesuai substansi tema debat Pembangunan dan ekonomi dengan dialek bahasa jawa khas orang Blitar, masing masing pasangan calon saling berinteraksi dalam tanya jawab materi pertanyaan panelis dengan lancar, disesi ini pun masing masing benar benar memanfaatkan moment debat public dengan baik. (za)