MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta-Relawan NU Peduli Covid wilayah Kota Jakarta Selatan mengadakan Seminar tentang Covid19, bersama warga yang berlokasi di RW 08 Kelurahan kalibata, kegiatan yang di gelar pada malam ini, sabtu 21/11/2020 menghadirkan pembicara dari Babhinkamtibmas, Gugus Tugas dan Ketua Rekan Indonesia Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Gugus Tugas RW 08 Kalibata, Marzuki Ali mengatakan , diwilayahnya tidak termasuk Zona merah, meskipun begitu kami tetap mengikuti intruksi dari Gubernur Anies dalam menerapkan protokol kesehatan, secara kewilayahan maupun kepada seluruh warga yang tinggal disekitar RW 08 Kalibata

” Memang ada warga di wilayah RW 08 yang terpapar covid19, namun semua sembuh kembali dan sehat setelah melaksanakan isolasi mandiri atau isolasai di wisma atlet” ucapnya

” Ada juga warga yang meninggal dirumah sakit, lalu dilaksanakan pemulasaran dengan protap Covid 19, setelah itu hasilnya bukan covid, sepertinya di covid covidkan” tuturnya di hadapan peserta seminar yang dilaksanakan ole Relaan NU Peduli Covid 19.

Tian hermawan Ketua Rekan Indonesia Provinsi DKI Jakarta mengatakan ini permasalahan propaganda dan stigma warga yang belum diedukasi oleh pihak kesehatan, sehingga timbul stigma di covid covidkan, padahal itu adalah berdasarkan analisa medis, pasien yang usianya diatas 60 tahun, demam tinggi, penciumannya tidak normal maka jika meninggal dikubur secara covid, bukan di covid covidkan.

“Istilah dari kementerian kesehatan adalah pasien kasus probable, yaitu orang yang diyakini sebagai suspek dengan ISPA Berat atau gagal nafas akibat aveoli paru-paru penuh cairan (ARDS) atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 DAN belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR, maka pemulasaranya dengan Covid 19.

Aktivis Relawan Kesehatan Indonesia dalam paparannya mengatakan bahwa gerakan 3 M, Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sudah baik diterapkan, namun dalam penerapannya masih banyak yang melanggar, terutama jaga jarak. Tian mengajak warga untuk terus berinovasi selain 3 M, banyak aktifitas yang dapat dilakukan oleh warga, misalnya dengan berjemur bareng sambil minum Jahe atau ekstrak buah kurma atau minuman kesehatan lainnya untuk meningkatkan Imun tubuh tentunya dengan jaga jarak aman.

“ini hal dasar yang mudah, namun sulit dilakukan makanya RT dan RW harus punya konsep untuk preventif kesehatan, jika ada yang bertanya sampai kapan covid berakhir jawabannya jika preventif kesehatanya telah menjadi prioritas masyarakat itu sendiri” pungkasnya