Kota Blitar
Kota Blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Gelaran ajang pesta demokrasi pemiihan calon Walikota dan Wakil Walikota Blitar tinggal beberapa hari lagi, tepatnya pada tanggal 9 Desember 2020- pada hari Rabu, guna mensukseskan kontestasi ini Pemerintah Kota Blitar ajak kepada semua masyarakat yang telah memiliki hak suara agar dipergunanakan sebaik mungkin.

Pjs Jumadi M.MT
Pjs Jumadi M.MT

Hal ini disampaikan Pjs.Walikota Blitar Drs.Ir.Jumadi,M.MT dihadapan segenap tokoh agama se kota Blitar, pihaknya dalam acara sambutan di ruang pertemuan di ruang sasana praja Kota Blitar berpesan kepada para tokoh agama agar ikut mensukseskan pemilihan kepala daerah atau pilwali 2020. Menurut Jumadi peran tokoh agama dalam menciptakan suasana pencoblosan yang lancar dan aman tak bisa lepas tanpa peran serta para tokoh lintas agama.
.
“Saya sangat berharap agar semuanya bergandeng tangan untuk kelancaran pesta demokrasi pemilihan kepala daerah 9 Desember nanti,” kata Jumadi, Jumat (20/11).

Lebih lanjut dalam kesempatan itu Pjs.Walikota Blitar Jumadi juga menyampaikan keinganannya agar para tokoh agama dalam agenda resmi. Pada acara Talk Show Lintas Agama tentang Peran Tokoh Agama Dalam Mendukung Kelancaran Pilkada,demi mencari sosok pemimpin yang benar-benar berkwalitas, hendaknya secara terus menerus bersiar kepada warga ditempat masing masing.

Talk Show Lintas Agama

Talk show digelar di ruang Sasana Praja kantor Wali Kota Blitar di Jalan Merdeka Blitar itu dimulai pukul sejak pukul 08.00 pagi itu juga melibatkan dua lembaga. Yakni Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Blitar bersama Pemkot Blitar dalam hal ini Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Blitar.

Dalam sambutannya, Jumadi juga memaparkan tentang makna pemilihan wali Kota Blitar nanti. Agenda lima tahunan itu merupakan salah satu cara untuk memilih pemimpin. Nah, kadangkala di setiap jelang coblosan ada riak-riak yang mengarah ke permusuhan. Di sinilah peran tokoh agama untuk bisa memberikan pemahaman. Agar di masyarakat tidak ada perpecahan atau permusuhan hanya karena beda pilihan.

“Maka dari itu kami berharap para tokoh agama ikut memberikan pencerahan. Jangan sampai terjadi hal-hal yang bisa memperkeruh suasana,” harap Jumadi.(Adv/Hms/za )