Model barongan budi landak

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – membicarakan soal kesenian jaranan sudah tak asing lagi ditelinga kita, kesenian tradisional yang hanya membutuhkan gamelan gong,gendang, kenong dan sompret ini begitu sederhana, kesenian ini bisa pentas dan digelar di tengah tengah masyarakat sejak dulu hingga peradaban modern. Dengan perlengkapan seperti bujang ganong,celengan,kuda lumping dan barongan menjadi khas tersendiri . namun dibalik itu kita mungkin warga blitar belum cukup mengetehaui siapa pembuatnya, Nama Budi Landak yang tinggal di Kelurahan Tawangsari Kecamatan garum, adalah pelaku pegiat seni pahat barongan yang dibilang jagonya.

Model barongan
Model barongan

Tidak banyak jumlah perajin barongan yang digunakan untuk pentas jaranan. Bahkan jumlahnya pun bisa dihitung dengan jari. Meski demikian, penjualan karya seni barongan juga memiliki persaingan yang ketat. Perajin dituntut lebih kreatif dalam membuat barongan agar bisa menarik dan cepat terjual.

Budi landak proses pengecatan barongan
Budi landak proses pengecatan barongan

Setyo Budi atau yang lebih akrab dipanggil Budi Landak ini, dari pengalaman mengukir buah, merubah kreatifitasnya kedalam seni ukir barongan, hanya dengan ruangan berukuran 5 x 7 meter, Budi menjadikanya etalase barongan dengan berbagai motif seperti barongan naga,kucingan,harimau,bantengan,dan lain lainya dikerjakan dengan nilai art tinggi sesuai pesanan pembeli.

Barongan setengah jadi

Berbincang soal barongan karya Budi landak tergolong unik dan nyleneh,karena tak seperti barongan kebanyakan yang dijual dipasaran, karya seni membuat barongan memang sengaja dibuat berbeda untuk menarik minat pembeli.

“Selama ini, barongan yang ada modelnya itu-itu saja. Sehingga terkesan biasa dan membosankan.saya ingin membuat barongan yang berbeda,” ungkap Setyo Budi.( 18/11/20)

Menurut dia, barongan yang dibuat sedikit berbeda, selain untuk menarik minat pembeli juga untuk menunjukkan barongan ciri khas Blitar. Barongan yang dia buat tidak ada kembarannya dan dibuat terbatas. Dia mencontohkan, perbedaan antara barongan buatannya dengan barongan buatan perajin lain baik di Blitar Raya maupun di luar daerah seperti Kediri, Tulungagung,seperti barongan model kepala kerbau yang ditambahi ornamen naga atau barongan, yang giginya sengaja dibuat berbeda dan agak lancip. “Intinya, barongan yang saya buat selalu up to date atau modelnya selalu ada yang baru,” tegas pria berambut gondrong ini.

Karena keunikan barongan bikinan Budi landak hingga tembus harga puluhan juta,dan hasil karya seni membuat barongan ini sempat tembus dimanca Negara, ini juga karena dia penah pentas kesenian tradisonal dari berbagai Negara mewakili Indonesia dari Kecamatan Garum tepatnya kelurahan Tawangsari.
Uniknya lagi meski hanya membuat barongan,namun selain memilih kwlaitas kayu yang bagus seperti kayu klampis, dengan ide inovatif serta cara pembuatannya pun cukup rumit bahkan membutuhkan tirakat untuk pesanan kusus layaknya sang Empu pembuat keris pusaka, proses inilah yang menjadikan harga berbeda, pihaknya selain membuat pesanan kusus dia juga menerima pesanan barongan biasa dengan harga standart.

“ Untuk barongan yang dijual paling murah berharga Rp 1,5 juta, dan paling mahal pernah dihargai Rp 65 juta mas,karena prosesnya juga lama dan membutuhkan detail barongan yang saya buat,”lanjut Budi.

Lebih lanjut Budi juga mengkisahkan ikhwal dirinya sebagai perajin barongan, karena Budi terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di salah satu restoran. Sejak awal dia mengaku tidak memiliki basic menjadi perajin barongan. Karena kejanya di restoran, pernah belajar mengukir makanan, seperti mengukir semangka atau melon pengalaman autodidak inilah yang menuntun perubahan nasib sejak tahu 2011 lalu dan belanjut sampai sekarang. “Boleh dibilang, saya belajar otodidak karena hanya bermodalkan bisa mengukir buah di restoran, kemudian saya mencoba mengukir barongan,dengan permodalan masih mandiri,”pungkasnya (Adv/Kmf/za)