Pjs Walikota Djumadi

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Bahaya penyebaran virus HIV- Aids di Kota Blitar masih menjadi skala prioritas penangananya, selain pandemic Covid 19 yang fluktuasi grafiknya masih naik turun, menjadikan hal yang sangat penting manakala pemerintah masih kesulitan langkah deteksi dini tentang penyebaran virus yang belum diketemukan obat penangkalnya.

Dalam rangka mewujudkan Tri Zero sebagaimana diharapkan oleh Kementerian Kesehatan RI, sampai dengan tahun 2030 yang akan datang Pemerintah Kota Blitar juga memiliki tugas serta tanggungjawab besar mewujudkan Zero Aids secara periodik, Ini yang diharapkan oleh Pjs.Walikota Blitar Dr.Ir. Jumadi, M.MT, saat membuka rapat koordinasi bersama komisi penanggulangan” AIDS ” kota Blitar,pada Rabu ( 18/11/20) bertempat di ruang Sasana Praja Kota Blitar.

kota blitar

Kepada para awak media Pjs. Dr.Ir. Jumadi mengatakan, kegiatan ini untuk mengevaluasi kinerja program komisi terkait, bagaimana mencapai program tiga zero sebagaimana diamanat Mentri Kesehatan RI Terawan, bagaimana agar tidak ada inveksi baru, tidak ada kematian, dan tidak ada diskriminasi , dengan model atau langkah “Temukan, Obati dan Pertahankan” ( Tri Zero ), hal inilah yang harus kita diskusikan cara pencegahan, mengetahui dengan cepat.

Jadi dalam acara sambutan

Dengan harapan output ini untuk mengklirkan sepuluh rencana aksi tim penanggulangan 10 progres diantaranya adalah Temukan,Obati dan Pertahankan, untuk capaian grafiknya tidak seperti gunung es yang dari kecil menjadi semakin besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jumadi juga menyampaikan, dengan grafik standar informasi yang dari bawah ke atas, kedepanya diharapkan dengan tingkat partisipasi di tingkat bawah, masyarakat yang pro aktif sebagai kader dilapangan bisa menginformasikan kasus dilapagan dengan cepat, sehingga tim satgas akan bertindak cepat melakukan penanganan secara maksimal.

“Maka dengan bisa menemu kenali, melaporkan ini, Dinas kesehatan dengan keterbatasanya, komisi dan kesadaran dan empati para kader dilapangan fungsi Dinas terkait akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, seperti data mulai dari tingkat Rt./Rw hingga ke lembaga diatasnya akan selalu sama.
Secara bertahap capaian penanganan kasus dikota Blitar akan berhasil baik, karena rencana aksi nya akan lebih focus.

Berdasarkan data yang ada Jumadi menyampaikan mulai tahun 2019 pada bulan oktober kota Blitar ada peningkatan angkanya mencapai hingga 19 persen lebih, atau dari jumlah 204 naik menjadi 254, memiliki nilai indek kematian yang masih relatif tinggi yaitu sebesar 30 persen .
“ Ini artinya kita Pemerintah kota Blitar harus banyak mengevaluasi pada tingkat hambatan yang ada selama ini, tantagannya apa, maka kepala dinas kesehatan dan Ketua Bappeda Kota Blitar agar menyusun rencana kerjanya kembali apa langkah ke depan yang tepat cepat dan akurat,” pungkasnya. (Adv/Hms/za)