Debat publik ke 2 pilbup blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Putaran ke- 2 debat public pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di perhelatan pesta demokrasi Petahana kritisi KPU Kabupaten Blitar, anggapan tidak verplay terlontar oleh Marhaenis Urip Widodo Calon Wakil Bupati Blitar berpasangan dengan Drs.Rijanto ketika debat ke dua yang digelar di hall center Grand mansion (16/11/20) Senin malam.

Serunya pada putaran ke- 2 Debat publik malam itu yang mengambil tema lingkungan dan kesehatan yang disiarkan langsung oeh salah satu stasiun televis di jawa Timur dan juga live U Tube KPU Kabupaten Blitar, yang juga cukup banyak mengundang respon secara live chating dari masyarakat Kabupaten Blitar, diajang inilah kapabelitas seorang kandidat dipertaruhkan, gelaran ke-2 Pasangan Calon Nomor Urut 01 Rijanto-Marhaenis Urip Widodo menyayangkan beberapa lemparan pertanyaan dari panelis kepada Pasangan Nomor Urut 02 Rini Syarifah-HR Santoso banyak yang tidak nyambung sepeti kata Rijanto.
“ Sebenarnya jawaban dari paslon Mak Rini Makde Rahmad sedikit agak melenceng ,namun karena ini adalah debat public, maka ya akan saya jawab karena agar waktu tidak sia sia,” ungkap Rijanto ketika menjawab masalah Universal Health Coverage (UHC).
Debatpun semakin seru ketika Marhaenis Urip Widodo , Calon Wakil Bupati Nomor Urut 01 melontarkan kritikan pada KPU Kabupaten Blitar sebagai penyelenggara yang memperbolehkan Calon Bupati Nomor Urut 02 Rini Syarifah membawa kertas contekan sehingga jawaban banyak kurang pas.

“Kepada penyelenggara KPU Kabupaten Blitar untuk bisa lebih fair dalam menyelenggarakan debat. Kasihan Mbak Rini kalau harus membaca seperti itu karena dilihat banyak audiens di Kabupaten Blitar. Jadi, saya sarankan kepada KPU agar manfaatkan dan fungsikan kemampuan mereka secara utuh dan rasional. Jangan pakai repekan  seperti itu, karena kasihan beliaunya kadang pertanyaan dan jawaban tidak sama. Itu yang saya sampaikan agar debat ketiga nanti bisa berjalan dengan baik,” ujar Marhaenis dalam salah satu sesi debat.
Mendapat kritikan dari Marhaenis, Rini Syarifahpun bereaksi menjawab pertanyaan dari Calon Bupati Nomor Urut 01 Rijanto soal Universal Health Coverage (UHC) bagi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Untuk UHC, apa yang Ibu lakukan untuk mencapainya?” tanya Rijanto.

Mendapat pertanyaan dari rivalnya paslon Rijanto Marhaenis, Mak Rini justru menjawab soal pembangunan berkelanjutan guna mengatasi pencemaran lingkungan.

“Menurut data BPS tahun 2018-2019, Kabupaten Blitar adalah salah satu daerah dengan tingkat pencemaran lingkungan yang cukup tinggi. Untuk pencemaran udara, ada 71 desa yang terdampak, hampir menyerupai daerah industri seperti Sidoarjo dan Gresik,” jawab Mak Rini.
Jawaban itu kemudian langsung mendapat sanggahan dari Rijanto.

“Tampaknya Jawaban dari Bu Rini, jauh dari yang saya harapkan. UHC adalah upaya-upaya kita dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk fasilitasnya. Termasuk pembangunan puskesmas. Kabupaten Blitar dari 24 puskesmas. Sebanyak 8 sudah terakreditasi puskesmas utama dan 16 puskesmas madya. Kemudian kami juga membangun rumah sakit di Srengat sekaligus melengkapi fasilitas Rumah Sakit Mardi Waluyo Wlingi. Kemudian untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin yang berbelit-belit akan kami ubah menjadi Kartu Blitar Sehat,” ujar Rijantosambil menunjukan kartu berwarna merah dari balik saku
Menanggapi masalah contekan Ketua KPU Kabupaten Blitar, Hadi Santosa saat dikonfirmasi soal hal ini kepada media ini melalui ponsel WA nya, hanya membalas dengan tagar senyum dan jempol. (za)