Kelompok Massa Desa Ngadirenggo Wadul Ke DPRD Kabupaten Blitar Masalah Penutupan Jalan

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Lagi -lagi pt. Green Fields Indonesia bikin ulah, akibat menutup akses jalan, kelompok masyarakat desa Ngadirenggo bersatu kecamatan Wlingi mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Blitar. Mengadu masalah penutupan akses jalan desa sekitar, jalan yang merupakan sarana transportasi vital yang ditutup membuat warga kesulitan menggunakan arus jalan tersebut.

Massa yang saat itu mengadu langsung ditemui oleh ketua Suwito Saren Satoto didampingi oleh ketua Komisi III, Sugianto dan M. Sulistiyono Ketua Komisi I beserta anggota II Selasa (17/11/20).

Kepala Desa Ngadirenggo Risky Rendyana Firmasah mengatakan, dengan 8 ribu ekor sapi yang dimiliki Greenfield, bayangan yang indah dari masyarakat setempat, sampai saat ini ternyata hanya bau dari kotoran limbah, dan belum adanya sinergitas seperti angan-angan warga sebelumnya dengan adanya peternakan sapi terbesar diKabupaten Blitar.

“Warga juga mengeluhkan masih kecilnya tenaga kerja lokal yang terserap, info yang kami dapatkan pihak Greenfields melibatkan pihak ketiga, dan sangat disayangkan dari mereka tidak bekerjasama dulu dengan desa-desa sekitar, utamanya desa kami yaitu Ngadirenggo,” tegas Rendyana.

Sementara itu pihak PT. Greenfields, Sunarko mengatakan, Perusahaan dalam hal ini memang menerapkan bio security, dan sebelum polemik ini terjadi kami sudah mengadakan pertemuan dengan 6 Kades tidak hanya wilayah Wlingi tapi juga Doko.

“Kita tetap mengijinkan masyarakat terutama warga setempat atau yang punya lahan pertanian, bisa menggunakan akses jalan namun tetap melalui protokol kesehatan yang diterapkan perusahaan (Bio security) dan dikasih stiker, namun bukan untuk akses bagi masyarakat umum,” ujar Sunarko saat hearing.

Suswanto perwakilan dan tokoh pemuda masyarakat Ngadirenggo, mengatakan, baru satu kali ini dirinya hadir digedung dewan yang sayangnya, dibarengi dengan berbagai masalah yang ada, seperti penutupan akses jalan oleh PT Green field.

Menurut ketua Pemuda Ngadirenggo Bersatu, penutupan sepihak ditutup oleh PT. Green fields dianggap tindakan arogansi dan semena-mena, dan pihakhnya mengancam akan mendatangkan jumlah massa lebih besar bila tidak ada tindakan tegas Pemkab Blitar.

Menanggapi permintaan warga Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito setelah mendengarkan keluhan warga, juga mendengarkan peryataan dari ketua Komisi I termasuk dengan BPN Kabupaten Blitar,karena jalan tersebut bukan bagian akses kawasan peternakan, Ketua Dewan minta jalan yang ditutup dibuka kembali.

“Dari historis yang disampaikan warga kami minta semua harus kompromi. maka dari itu harus dibuka,” pungkasnya (za).

Leave a Comment