Inovator Pendobrak Ekonomi Kerakyatan Kalangan Milenial, Siapakah Dia ?

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Inovator pendobrak ekonomi lemah Agung Hidayanto cukup dikenal oleh kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah lantaran tangan dinginyalah pengusaha ekonomi lemah ini mendapatkan sentuhan pendampingan dan permodalan yang sangat dibutuhkan, apalagi saat wabah pandemi covid 19, bagi pengembangan dunia usaha seperti UMKM, usaha pertanian, peternakan perikanan dan bentuk usaha masyarakat lainya diharapkan bangkit.

Seperti penyalauran bantuan modal usaha melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Blitar yang membuka Program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) dan Badan Usaha Pekerja Dasar (BUPD). Yang berlangsung di Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, pada hari Minggu (01/11/2020) ini adalah sebuah wujud nyata.

Galeri pusat oleh oleh khas Blitar

Total Bantuan yang diberikan untuk YBM BRI Cabang Blitar adalah Sebesar Rp 312.370.000 Yang diberikan kepada 5 PKUR dan 15 orang BUPD, masing-masing bantuan diserahkan kepada PKUR Safira, jenis usaha budi daya sayur kangkung hidroponik, alamat Desa Pojok, Kecamatan Garum, jumlah anggota 10 orang, total bantuan Rp. 43.655.000 PKUR Ar-Rozak, jenis usaha budi daya jangkrik, alamat Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, jumlah anggota 10 orang, total bantual Rp. 44.500.000. PKUR Al-Fath, jenis usaha budi daya ikan nila, alamat Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, jumlah anggota 10 orang, total bantuan Rp. 61.480.000.

BUPD Amanah, jenis usaha pedagang ikan koi Bence Garum, Warung Kopi Tanjungsari Blitar, Toko Bangunan Sumberdiren Garum, Toko Kelontong Bacem Ponggok, Produksi Batako Penataran Nglegok, jumlah anggota 5 orang, total bantuan Rp. 40.000.000,- PKUR Mbok Moro, jenis usaha warung nasi pecel, alamat Kelurahan Sumberdiren, Kecamatan Garum, jumlah anggota 10 orang, total bantuan Rp. 60.135.000.

Agung Hidayanto

Dalam gelaran tersebut dihadiri oleh, Ketua YBM BRI Cabang Blitar, FORKOPIMCAM Garum, Kepala UNIT BRI Garum, Singgih Pramono, Mantri BRI Unit Garum, Hermin Supriningsih, Kepala Kelurahan Sumberdiren Kecamatan Garum, BP3K Kecamatan Garum, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama.

Launching PKUR BUPD YBM BRI Cabang Blitar ditutup dengan pengajian oleh KH. Al Zaini dari Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar dengan Tema “Bersyukur, Bersungguh-sungguh, Tanggungjawab, Amanah dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW”.

Saat ditemui media ini dirumahnya yang juga merupakan galeri produk usaha makanan olahan Jamur dan berbagai produk jajanan khas Blitar, Rumah jamur Indonesia, di Kelurahan Sumberdiren Kecamatan Garum, dia yang juga sebagai pendamping program YBM BRI, dan penggerak Lembaga Amil Zakat Nasional berprinsip bahwa Urip iku urup, manusia itu harus bisa hidup dan juga harus bisa berguna atau dalam istilah jawanya (uwong iku kudu bisa urip lan bisa urup) artinya hidup baru bisa dikatan hidup yang sebenarnya apabila berguna bagi manusia dan alamnya.

Hidup adalah Untuk selalu berkarya dan berusaha dan tidak berpangkutangan, yang semua itu membutuhkan sentuhan,kearaifan, motifasi, bimbingan dan saling berbagi dalam hal pengetahuan sehingga hidup ini baru memiliki arti dan bermafaat bagi umat,” ungkapnya.

PKUR dan BPUD Untuk Penerima Manfaat

Hal yang membidangi Divisi Ekonomi YBM BRI untuk PKUR dan BUPD, adalah Program yang diberikan kepada penerima manfaat atau penerima zakat sesuai kualifikasi dan verifikasi yang telah dilakukan, menurutnya semua ada porsinya sendiri apakah itu stake holder, masyarakat ini menjadi penting ketika ada sebuah penghubung yang selalu dinamis dan inovatif dalam pengembangan pelaku usaha sehingga ada wujudnya.

“Bagaimana itu bisa dipahamkan, PKUR dan BUPD adalah kegiatan mengembangkan potensi kualitas dan kemandirian usaha melalui menitoring usaha, stimulus modal, dan akses kemitraan dengan selalu berkomunikasi mengangkat semua potensi yang ada di Blitar, dengan menanggalkan ego sektoral,” tandasnya

Tetang PKUR, BUPD bertujuan sebagai jembatan keterbatasan sumber daya lembaga dan mustahik dalam program yang berkelanjutan. Memberikan bimbingan dan akses permodalan usaha yang reliable. Meningkatkan motivasi, jaringan dan akses pasar untuk pengembangan usaha agar mencapai peningkatan kesejahteraan dari mustahiq menjadi muzaki.

“Semua itu kuncinya adalah kesamaan visi misi, pergerakan pemberdayaan usaha masyarakat miskin dan pelaku usaha adalah komunikatif kooperatif dan semua harus berjalan sesuai rule nya, sehigga semua akan berjalan aman aman saja, harmonis dan tidak ada masalah, Semangat BerIndonesia,”pungkasnya (Adv/Kmf/za)

Leave a Comment