webminar BPJS ketenagakerjaan

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – BPJS Ketenagakerjaan mengadakan webminar tentang sosialisasi relaksasi iuran. Webinar yang membahas tentang bentuk kepedulian Negara bagi pemberi kerja dan peserta BPJAMSOSTEK yang terdampak pandemi covid 19, dengan tujuan mengedepandankan perlindungan, meringankan beban serta kesinambungan dan pemulihan perekonomian dan kelangsungan usaha, diadakan Kamis (24/09/2020).

E. Ilyas Lubis Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK, menjadi salah satu narasumber di Webminar Sosialisasi Relaksasi Iuran Program Jamsostek. Di acara tersebut Ilyas membahas tentang PP NO.49 Tahun 2020.

“Terdapat 105 negara yang menerapkan relaksasi jaminan sosial berupa penundaan iuran, pembebasan iuran, keringanan iuran, perpanjangan jangka waktu bayar, bantuan cash benefit, dan subsidi upah.” Tegas Ilyas.

Menurut Ilyas Dalam PP nomor 49 tahun 2020 terdapat, hampir 99% keringanan iuran program JKK dan JKM hanya membayar 1%, kemudian 99% penundaan pembayaran iuran program JP dengan membayar 1%.

“Keringanan denda keterlambatan iuran program JKK, JKM, JHT, dan JP menjadi 0,5%, perpanjangan jangka waktu pembayaran iuran dari tanggal 15 menjadi tanggal 30 bulan berikutnya, dan berlaku sejak iuran agustus 2020 sampai januari 2021,” ujarnya.

Pimred megapolitanpos.com Johan, SH saat mengikuti webminar BPJS Tenaga Kerja

PT Megapolitanpos Media Nusantara turut hadir dalam webminar tersebut yang diwakili oleh Johan, SH sebagai Pemimpin Redaksi megapolitanpos.com.

Para narasumber webminar yang diadakan oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah Haimani Rumondang Dirjen PHI dan Jamsos Kemenaker RI, E Ilyas Lubis Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK, Soeprayitno Ketua Komite Jaminan Sosial DPN APINDO, Retno Pratiwi Direktur Jaminan Sosial Kemenaker, dan Zainudin Deputi Direktur Bidang Kepersetaan Korporasi Dan Institusi BPJAMSOSTEK. (Pipit)