MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Jelang Pilwakot Blitar, kader PDI Perjuangan yang membangkang akan kena sanksi pecat.

Pemecatan dari parlemen adalah tegas, bagi kader partai berlambang kepala banteng moncong putih, ini diberikan untuk menjaga marwah PDI.P di bumi Presiden pertama RI Soekarno, menjelang pencoblosan pemilihan Kepala Daerah Walikota Blitar 9 Desember nanti, bila Partai yang dikomando oleh Megawati Soekarno Putri sebagai Ketumnya, kalah dikontestasi Pilkada kota Blitar.

Baca Juga : Sri Rahayu Anggota DPR RI Minta Kadernya Kerja Maksimal

Said Novandi, sebagai kader senior partai yang duduk di kursi parlemen fraksi PDI Perjuangan, memiliki antusias tinggi mentargetkan kemenangan paslon besutannya menang 70 persen digelaran pesta rakyat 5 tahunan, oleh karenanya Said, sangat mendukung statemen pemecatan atau Pengganti Antar Waktu ( PAW ) yang dilontarkan tegas Dra. Sri Rahayu, anggota DPR- RI Dapil Jatim VI, ketika konsolidasi partai di kantor DPC. PDI kota Blitar Selasa (27/10/20).

Ini hal yang umum disetiap partai, bila ada kader tidak serius melaksanakan intruksi partai, maka yang bersangkutan akan di buatkan SK dan dipecat dari partai,” kata Said Novandi.

Lanjut Said Novandi, ditanya soal target berapa persen mendulang suara di gelaran Pilwali kota Blitar pihaknya menyampaikan, dengan dukungan 18 kursi diparlemen “Satrio Keren” 70 persen target menang. Apalagi di internal PDI, ada istilah tim gotong royong dalam pilkada, daerah terdekat yang tidak pilkada bergotong royong membantu daerah yang melaksanakan Pilkada seperti Tulungagung yang membantu kota Blitar.

“Gotong royong dari Tulungagung yang dipersiapkan membantu hajat PDI.P di Blitar berjumlah 12 fraksi dan ketua DPC Kabupaten Tulungagung, ini dibagi di Kabupaten dan kota Blitar,” pungkasnya.(za)