MEGAPOLITANPOS.COM, Majalengka
Empat kasus tindak pidana diungkap Satuan Reserse Kriminal Polres Majalengka, Polda Jawa Barat. Konferensi pers, tindak pidana pencabulan, penipuan disertai penggelapan, pencurian toko handphone, dan pencurian kendaraan di halaman Satreskrim Polres Majalengka. Jumat, (23/10/2020)

Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Resktim AKP Kasat Siswo DC Tarigan dan personilnya menjelaskan, untuk kasus pencabulan terhadap anak yang masih berusia dibawah umur.

“Satu pria asal Kecamatan Ligung diketahui masih ada hubungan keluarga yakni masih pamannya korban, penangkapan dilakukan usai mengetahui hasil tes DNA dari janin yang dikandung oleh korban dan dinyatakan sesuai. Dikarenakan awalnya pelaku selalu berupaya mengelak dan tidak mengakuinya,” katanya.

Masih kata Kapolres, kemudian kasus tindak pidana pencurian disertai penggelapan yang dilakukan oleh 4 (empat) tersangka. Modus awalnya terlibat jual beli rumah, korban diminta untuk membayar senilai jumlah uang untuk DP awal yaitu sebanyak Rp. 200 juta.

Baca Juga : Polres Majalengka Gelar Rapid Tes, Diikuti 68 Anggota Sat Sabhara

Sejak pengambilan uang disalah satu Bank di Majalengka, pelaku beralasan ingin menghitung jumlah uang dengan berpindah tempat menuju ke belakang. Sejak korban menyadari dengan telah lamanya menunggu, bergegas korban menghampiri pelaku,” ungkapnya.

Alhasil setelah itu, korban sudah tak melihat pelaku. Diduga pelaku telah kabur dengan membawa uang. Sejak itulah akhirnya korban melaporkan kejadian kepada Polisi.

“Dua dari empat tersangka berhasil ditangkap, sementara dua orang lainnya Daftar Pencarian Orang (DPO),” jelasnya.

Kapolres melanjutkan, untuk kasus tindak pidana ketiga adalah pencurian yang terjadi di Kecamatan Jatiwangi pada sebuah toko handphone.

“Dilakukan oleh seorang pria yang diketahui merupakan karyawan korban, puluhan Hp bermacam merk diambilnya saat korban dalam keadaan lengah,” terangnya.

Kasus terakhir, pencurian kendaraan R4 jenis Avansa warna putih milik warga Kota Bogor. Jumlah pelaku yang terlibat ada 4 (empat), dua telah ditangkap dan yang lainnya DPO.

“Kronologis penangkapan, saat itu personil anggota Unit Satreskrim Polsek Leuwimunding tengah berpatroli. Lalu mencurigai ada sejumlah orang yang terlibat suatu masalah, setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan ada beberapa jenis alat,” paparnya.

Kapolres menambahkan, diduga digunakan untuk kejahatan pencurian kendaraan, bahkan ada alat yang nampak telah dirusak. Saat itu langsung diamankan, ternyata sebuah kendaraan R4 tersebut merupakan kendaraan hasil pencurian.

Diakhir, Kapolres menegaskan, masing masing dari kasus tindak pidana tersebut terancam dengan pasal dan hukuman masa kurungan penjara yang berbeda beda. ** (Sigit)