MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta-Suntory Garuda Beverage (SGB) menyadari pentingnya peran guru dalam proses pendidikan pelestarian lingkungan dan air bersih. Oleh karena itu, program Mizuiku tidak saja membagikan program edukasi dan eksperimen menarik terkait pelestarian air dan lingkungan untuk anak-anak SD, namun juga bagaimana cara meningkatkan kompetensi para guru agar program pendidikan ini dapat dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan, serta menjadi kompetensi serta membawa perubahan perilaku pada peserta didik.

Mizuiku – Aku Cinta Air Bersih” adalah program berkelanjutan dari Suntory Jepang untuk mempromosikan kesadaran dan pentingnya air bersih kepada anak-anak agar mereka dapat menjadi agen-agen perubahan dalam usaha pelestarian air bersih. Mizuiku diawali 2004 di Jepang dan hadir di Indonesia pada 2019.

Selaras dengan pilar Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) atau akrab dikenal dengan penghargaan Adiwiyata yang menekankan pentingnya edukasi dan praktek mengenai Konservasi Air dan Pengolahan Sampah untuk Menjaga Air tetap Bersih, di tahun kedua pelaksanaannya di Indonesia, Mizuiku diikuti secara aktif oleh peserta didik, Kepala Sekolah dan Guru-guru Sekolah Adiwiyata, tidak hanya di lokasi pelaksanaan di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Gowa, Banjar, Tangerang dan Sidoarjo, namun juga Guru Sekolah Adiwiyata dari berbagai daerah lainnya di Indonesia. Dukungan, semangat belajar dan daya berpikir Guru yang kritis serta kreatif sangat mendukung integrasi Mizuiku menjadi modul pembelajaran resmi bagi Program Konservasi Air di Sekolah-sekolah Adiwiyata.

Hal ini tersirat dan tersurat dari Rancangan Program Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh dua sekolah binaan  Mizuiku yaitu SD Tarakanita 2 (Sekolah Adiwiyata Nasional) dan SDN Wijaya Kusuma 05 (Sekolah Adiwiyata Propinsi). RPP tersebut secara harmonis mengintegrasikan modul-modul ajar Mizuiku ke dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari di sekolah. Tidak hanya sejalan dengan semangat Adiwiyata, hal ini juga menunjukkan Mizuiku telah berjalan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah.

Salah satu RPP dari SD Tarakanita 2 adalah menjadikan Mizuiku sebagai edukasi resmi bagi Kader Adiwiyata dalam konservasi air, penanaman pohon dan pemeliharaan biopori, serta terintegrasi di mapel IPA dan IPS terkait pelestarian dan pemanfaatan SDA. Sedangkan RPP dari Wijaya Kusuma 05 meliputi inovasi air dalam bentuk Panen Air Hujan dan konsep Green House atau cagar air mini sebagai sumber belajar siswa untuk penggunaan ulang dan konservasi air. Mizuiku juga menjadi edukasi resmi pemilahan sampah dan operasional Bank Sampah Sekolah.

Evelyn Indriani, Head of Corporate Relation and Communications, Suntory Garuda Beverage, mengatakan, Sebagai bagian dari program Mizuiku-Aku Cinta Air Bersih untuk mempromosikan kesadaran dan pentingnya air bersih kepada anak-anak.

Suntory Garuda Beverage menyadari betapa krusialnya peran para guru sebagai garda depan pendidikan di sekolah. Para guru benar-benar menjadi kunci keberhasilan dan kesinambungan pelaksanaan program Mizuiku.” Ujarnya.

Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Ibu Cicilia Sulastri, SH., M.Sc, mengatakan,ia sangat senang mendengar bahwa beberapa RPP sekolah Adiwiyata telah mengadopsi modul pelajaran Mizuiku menjadi edukasi resmi bagi program konservasi air di sekolah-sekolah masing-masing. Hal ini tidak lepas dari peran para guru-guru sekolah Adiwiyata yang memiliki kompetensi ajar pendidikan lingkungan dan air bersih yang sangat baik, sehingga dapat secara kreatif memperkaya materi-materi pelajaran mereka.

“Upaya Suntory Garuda memberikan pembekalan kepada guru, dan memberikan kesempatan pada guru untuk berinovasi melalui RPP yang telah mereka susun, patut mendapatkan apresiasi dan dukungan.” ujarnya.

Terdapat tiga komponen penting dalam inisiatif Mizuiku tahap kedua tahun 2020 ini, yaitu program untuk murid sekolah dasarprogram untuk guru danprogram untuk sekolah. Setelah sukses melaksanakan Festival Mizuiku Nasional dan Wilayah yang diikuti tak kurang dari 3.000 siswa SD di enam area di Indonesia sebagai bagian dari program untuk murid, pada September – awal Oktober.

Berjalan simultan dengan program edukasi, Mizuiku juga memberikan akses air bersih dan sanitasi, konservasi air melalui panen air hujan, biopori, penghijauan serta pengelolaan sampah plastik, kepada sekolah dan komunitas di lokasi produksi Perusahaan. Hal ini merupakan wujud nyata dukungan Mizuiku bagi Indonesia yang lebih bersih dan hijau, sehingga kita bersama dapat mewariskan lingkungan dan air bersih kepada generasi berikutnya.

SGB berbagi misi korporasi yang sama dengan perusahaan induknya, Suntory, yaitu: “to Create Harmony with People and Nature” serta semangat pendiri Suntory: “Giving back to Society” sebagai misi besar perusahaan untuk mewariskan segala hal yang baik bagi generasi kita selanjutnya. Bangga menjadi bagian dari Suntory Group, SGB menekankan pentingnya keberlanjutan air bersih. Bukan saja karena air merupakan inti bisnis perusahaan tapi air juga merupakan sumber daya paling berharga untuk mendukung kehidupan manusia.(*)