MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Debat Publik Pertama Paslon Satrio Keren lebih visioner hadapi Paslon lawan.

Perhelatan politik Pilwali kota Blitar seru saat diselenggarakan debat publik terbuka semalam di Balai kesenian jalan Kenari Kelurahan Plosokerep, Rabu (21/10/20) yang digelar oleh KPU Kota Blitar.

Gelaran pesta demokrasi dalam masa kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Blitar Tahun 2020, debat publik menjadikan acara yang sangat menarik dan sangat ditunggu masyarakat kota Blitar, dimana moment ini sebagai sarana tolok ukur para kandidat dalam menyampaikan visi misi dan memberikan arah kemajuan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Blitar.

Dalam debat publik paslon nomor urut 1 Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto lebih terkesan agresif menyerang dan mengkritik lawan pasangan Petahana nomor urut 2 Santoso-Tjutjuk Sunario, misalnya tentang program pembelajaran daring selama covid 19, pemberian bansos, peningkatan gaji pekerja sosial pendidikan, serta peningkatan kwsejaheraan UMKM yang diklaim oleh paslon Henry-Yasin menjadi programnya, juga program lain yang dianggap tidak berjalan.

Sementara itu paslon Satrio Keren, Santoso Tjutjuk Sunaryo, dalam menanggapi paparan lawan yang lebih cenderung mengkritisi ini, pihaknya yang mempunyai program andalan 50 – 100 juta per Rt ini, secara lugas disampaikan oleh Santoso, bahwa semua program selama dia menjabat diakui semuanya tidak bisa berjalan mulus, karena itu merupakan dinamika pemerintahan, kendala semua pasti ada.

“Namun Santoso bila dipercaya dan diberi amanah memimpin Kota Blitar kembali akan tetap meneruskan dan memperbaiki kinerja dan sistem birokrasi yang amanah pro rakyat,” ungkapnya

Terkait anggaran yang tidak realistis dan terkesan dihambur – hamburkan memang sengaja dihilangkan, dan Satrio Keren lebih mempertimbangkan penggunaan anggaran yang bersifat peningkatan kesejahteraan pelaku usaha produktif dan lebih bermanfaat dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara makro.

“Anggaran daerah tidak bisa digunakan serampangan, karena setiap penggunaan anggaran harus akuntabel agar tidak tersandung hukum. Dan pesta demokrasi harus berlangsung Luber, jangan menekan dan menakut nakuti, memaksa rakyat untuk mencoblos yang bukan pilihan sesuai hati nuraninya,” ujar Santoso Tjutjuk Sunaryo.

Sementara itu Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam mengatakan bahwa debat publik ini adalah yang pertama dari rencana tiga debat yang akan digelar selama masa kampanye 71 hari sejak 26 September-5 Desember 2020.

Debat ini sangat dinanti masyarakat, karena bisa menjadi suguhan berkualitas bagi warga Kota Blitar. Untuk menentukan pilihan pada Pilwali 9 Desember 2020 mendatang,” ujar Umam dalam sambutannya.

Dalam Debat Publik 1 ini menghadirkan 5 panelis yang mengajukan pertanyaan kepada kedua paslon dan pertanyaan dalam keadaan terbungkus amplop dalam kotak tersegel, seperti Tauhid Wijaya (praktisi media), mereka seperti Dr Dian Fericha (UIN Tulungagung), Abdul Kodir (UNM), Abdus Salam (Sekretaris DPD IPSPI Malang) dan Dr Sholikhul Huda (UMS).

Gelaran Debat Publik 1 mengambil tema “Kesejahteraan Rakyat” berlangsung sekitar 2 jam, dari jam 19.00 – 21.00 Wib. Dengan 5 segmen, pemaparan visi – misi paslon terkait tema debat, pendalaman visi – misi melalui pertanyaan dari panelis dan dijawab paslon, paslon saling menanggapi jawaban dari pertanyaan tersebut, debat terbuka masing-masing paslon saling memberikan pertanyaan dan jawaban disertai pendalaman dan terakhir pernyataan penutup dari paslon sesuai tema debat malam itu.(za)