Pupuk Langka Di Kabupaten Blitar, Kartu Tani Efektif 2021

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Gara gara kelangkaan pupuk di Kabupaten Blitar sempat membuat heboh masyarakat petani di Kabupaten Blitar, hal ini karena disebabkan adanya pengurangan jatah pupuk subsidi pemerintah dari Kementrian Pertanian, selain itu juga disebabkan validasi data pemegang kartu tani yang sudah dibagikan kepada masyarakat tidak akurat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar Ir. Wawan Widianto kepada media ini mengatakanvuntuk permasalahan itu pihaknya mentargetkan pendistribusi Kartu Tani rampung di November 2020. Dan bagi masyarakat petani yang memiliki Kartu Tani tersebut sebagai persyaratanya harus tergabung ke Kelompok Tani (Poktan) dan terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Menurut Wawan Widianto, kesulitnya petani yang dialami dilapangan untuk bisa mendapatkan pupuk berawal setelah adanya intruksi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Itu terkait dengan pupuk bersubsidi harus di beli menggunakan kartu tani, sehingga permasalahan ini menjadi hal yang sangat serius, dan kelompok tani Blitar inipun mengambil langkah wadul ke DPRD Kabupaten Blitar, Kamis ( 22/10/20 ).

“Ini memang menjadi sangat dilematis karena bila petani membeli pupuk tidak dengan menggunakan kartu tani, Pt. Petrokimia Gresik selaku produsen tidak akan bisa mencairkan klaim dana pembelian pupuk subsidi pemerintah,” katanya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Blitar ini juga mengaku dengan adanya himbauan dari Kementrian , ternyata kendala dilapangan karena masih belum adanya kesiapan dan pemahaman para petani masih kurang, dan menjadikan kendala banyak petani yang belum memperoleh kartu tani. Bila harus mengacu dengan intruksi Kementan tentang penggunaan Kartu Tani karena keterbatsan SDM sehingga cara itu masih belum efektif dan optimal diterapkan .

Dengan pengalaman seperti ini ahirnya dilakukan kajian dan pembahasan bersama melibatkan dari kementerian, provinsi, maupun DPR-RI. Akhirnya diputuskan untuk penggunaan kartu tani akan diterapkan secara efektif mulai tahun 2021 pertanggal 1 Januari,” ungkapnya.

Lebih lanjut wawan menambahkan, agar rencana tersebut mencapai titik maksimal, untuk mengoptimalkan rencana tersebut, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Blitar berupaya terus melakukan evaluasi maupun perbaikan sebagai upaya agar seluruh petani di Kabupaten Blitar bisa memiliki Kartu Tani dan bisa mendapatkan kemudahan memperoleh jatah pupuk subsidi.

“untuk itu Kami siapkan mengatur RDKK untuk tahun 2021,dengan harapan nanti setiap periode pasti ada kartu tani yang jadi dan siap di distribusikan,” ucapnya.

Sedangkan untuk mengatasi persoalan dilapangan akan kebutuhan pupuk yang sangat mendesak di musim tanam tahun ini, Pemerintah daerah Kabupaten Blitar memberikan kelonggaran sementara petani bisa memperoleh pupuk secara manual, sambil menunggu proses pemutahiran data pemegang Kartu Tani, dan cukup hanya menujukan surat pengajuan kebutuhan pupuk yang diketahui dan ditanda tangani Petugas Penyuluh Lapangan ( PPL ) setempat, dan selanjutnyan akan diverifikasi untuk bisa di klaim subsidi oleh Pt. Petrokimia sebagai produsen. (za)

COMMENTS

Leave a Comment