Foto : Ketua PWI Majalengka, Jejep Falahul Alam. Rabu, (21/10/2020).

MEGAPOLITANPOS.COM, Majalengka-Di tengah melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Majalengka, para insan pers diingatkan agar tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik (KEJ).

Wartawan diingatkan agar selalu berpedoman pada anjuran Dewan Pers, dengan ikut memberikan kesejukan dan tidak menciptakan kepanikan atas berita yang dibuat, agar masyarakat teredukasi dan tidak terjadi kegaduhaan.

“Munculnya informasi yang dinilai berlebihan akan dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat dan dimungkinkan berdampak pada pola pikir yang tidak sehat hingga bisa saja menurunkan imun tubuh di tengah pandemi Covid-19,” kata, Ketua PWI Majalengka Jejep Falahul Alam. Rabu, (21/10/2020).

Baca Juga : Pemkab Majalengka Klaim Tes Swab Telah Capai Target, Tekan Penyebaran Covid-19

Menurutnya, dari dasar itulah para jurnalis harus dapat memperhatikan sisi dampak sosialnya. Dengan memberikan informasi yang menyejukkan bagi masyarakat, menjadikan solusi guna meningkatkan imun tubuh dalam menangkal penularan virus corona.

Sesuai arahan yang diinstruksikan oleh Dewan Pers, para wartawan didorong untuk membuat pemberitaan yang akurat, berimbang serta proporsional,” imbuhnya.

Jejep menjelaskan, masyarakat dalam situasi ini sering dibuat bingung oleh kabar beredar soal penyebaran virus corona. Apalagi kabar itu datang dari sosial media yang kebenarannya sulit dipertanggungjawabkan.

“Saya hanya mengingatkan, untuk rekan rekan pers semuanya. Buatlah berita yang sejuk tidak bersifat kepanikan di masyarakat. Kemudian semaksimal mungkin, ada edukasi dalam setiap kabar yang kita sampaikan,” harapnya.

Lanjutnya, perkayalah konten berita yang menekankan akan pentingnya kedisiplinan dalam melaksanakan protokol kesehatan. Itu salah contoh berita yang edukatif bagi masyarakat, di tengah masih minimnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Hal senada, Ono Cahyono selaku Ketua Jaringan Jurnalis Majalengka (Jejaka) yang juga organisasi underbouw PWI Majalengka menambahkan bahwa dalam hal itu juga wartawan saat bertugas tetap untuk mematuhi himbauan protokol kesehatan sesuai arahan Dewan Pers.

“Terutama penerapan 3M yaitu, Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak. Saat itu lah diperlukan kerjasama yang baik tuk bisa memberikan informasi terbarunya, dalam hal ini adalah unsur pemerintah yang tergabung pada Satuan Tugas Covid-19,” ujarnya.

Diakhir, Ono menegaskan, dengan terbangunnya sinergitas yang baik itu tentunya dapat menghindari kesalahan dalam menghimpun informasi dan bisa saja berakibat pada isi suatu pemberitaan.

“Karena dalam bertugas dituntut untuk mengemas akurasi data yang sebenarnya dan bukan malah sebaliknya,” pungkasnya. ** (Git)