Mewaspadai Ancaman PHK di Tengah Wabah Covid 19

MEGAPOLITANPOS.COM: Opini Publik- Sejak wabah Covid 19 di bulan Januari di Wuhan China merebak dan menginfeksi warga kota tersebut,penularan wabah yg begitu cepat dan sangat mematikan itu.pemerintah China melakukan kebijakan utk melakukan lokdown / menutup kota dan mengisolasi penduduk kota utk tdk keluar dari kota tsbt,walaupun demikian akibat wabah tersebut telah bermutasi ke penjuru dunia mulai dari Asia Korea ,Jepang sampai dgn Eropa bahkan amarika semua negara tersebut mengalami tertular nya wabah Covid 19, badan kesehatan dunia WHO menyatakan bahwa wabah Covid 19 sbagai wabah Pandemi global/ dunia.

Indonesia sebagai negara di Asia tenggara tdk luput dari tertular nya wabah Covid dari china,antisipasi pemerintah begitu lamaban penerapan aturan begitu longgar maka pada pertengahan bln Maret yg di prakarsai oleh Gubernur DKI jakarta dlm penerapan peraturan psbb dgn di keluarkan nya Pergub no.33/2020.dampak sosial ekonomi yg di rasakan oleh covid sungguh luar biasa,terutama di sektor ekonomi dan pariwisata.jakarta sebagai miniatur Indonesia yg sangat terdampak oleh wabah Covid 19.data dari serikat pekerja Indonesia mengatakan hampir 1,5 juta pekerja yg terdampak ,hampir 1 jt pekerja di rmh kan ,265 rb di rmh kan.

Undang2 Ketenagakerjaaan No.13/2003 di pasal 151 ayat (1) “Pengusaha ,pekerja/buruh serikat pekerja ,buruh dan pemerintah dgn segala upaya hrs mengusahakan agr jgn terjadi pemutusan hubungan kerja”.

Undang 2 Ketenagakerjaan No.13/2003 dgn jls meng amanat kan jgn sampai terjadi PHK yg jelas sgt merugikan pekerja ,di dlm kondisi wabah Covid 19 memang tdk bisa di pungkiri perusahaan mengalami kerugian signifikan faktor penyebab nya adalah kegiatan produksi yg tdk ber jln secara normal ,ada beberapa solusi bagi perusahaan utk melakukan efesiensi ketimbang melakukan PHK terhadap para pekerja nya

antara lain ;
1.Melakukan pengurangan kapasitas produksi perusahaan nya dgn mengurangi jumlah karyawan ,di ganti dgn sistem shif
2.Melakukn WFH sebagain pekerja nya sambil menunggu situasi wabah ber akhir.
3.Melakukan efesiensi anggaran perusahaan dgn pemangkas gaji para direksi perusahaan.
4. Mengurangi jam kerja pekerja dan mentiadakan lembur.

Tentu nya masih bnyak solusi dan harapkan bagi para pekerja,kesepakatan antara pengusaha dan bekerja di lakukan dgn semangat kebersamaan di tengah wabah Covid 19,keharmonisan hrs terjalin dgn baik antara pekerja dan pengusaha mrk hrs saling membantu dan memiliki dan tanggung jwb keluar dari masalah yg di hadapi,semoga badai covid berlalu.semoga Alloh swt mengabulkan nya

Penulis Oleh. : Munadi,SH.MH.