Pemkab Majalengka Batalkan Syarat Vaksin Penerima Bansos, Ini Penjelasannya

MEGAPOLITANPOS.COM, Majalengka -Pemerintah Kabupaten Majalengka menunda serta membatalkan terkait aturan pemerintah yang menetapkan bahwa penerima Bantuan Sosial (Bansos) disertakan surat telah melaksanakan vaksin.

Hal ini akibat stok vaksin kerap habis hingga sejumlah Puskesmas kini terpaksa harus menunda pelaksanaan vaksinasi yang sudah diagendakan sebelumnya.

Sekertaris Daerah Majalengka, Eman Suherman membenarkan bahwa pihaknya tidak bisa melaksanakan Surat Edaran (SE) yang sudah diterbitkan sebelumnya menyangkut aturan pelaksanaan pembagian bansos.

“Di dalam keterangan SE tersebut, hanya mereka yang sudah divaksin yang bisa mendapat bansos dan bagi yang belum divaksin pendistribusian bansos harus ditunda terlebih dulu,” katanya. Senin, (23/08/2021)

Lanjutnya, pada perjalannya ternyata vaksin sering tidak tersedia akibat pasokan yang terlambat sementara antusiasme masyarakat juga mulai meningkat.

“Saat itu SE diterbitkan untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi akibat animo masyarakat rendah. Makanya untuk meningkatkan animo terhadap vaksinasi, mereka yang sudah dapat fasilitas dari Dinsos menjadi yang pertama untuk divaksin, kalau tidak bersedia di vaksin maka pendistribusian terpaksa ditangguhkan,” jelasnya.

Tapi nyatanya vaksin sering kosong, akhirnya kini harus fleksibel, ketika vaksin tidak tersedia, tidak mungkin dilakukan penangguhan pendistribusian bansos.

“Sekarang bansos ditahan, sementara masyarakat butuh makan, butuh biaya hidup,” imbuhnya.

Diakhir dia menambahkan, pemerintah harus bersikap bijak dan fleksibel. Sebab, ternyata ketersediaan vaksin sering kosong dan tidak bisa diadakan sesuai keinginan Pemerintah Daerah.

“Antusias masyarakat yang ingin divaksin sangatlah tinggi, diharap bersabar. Namun demikian upaya ini tidak terlepas dari bersama sama mendisplinkan diri untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan,” tutupnya. ** (Git)