Sidang pertama Class Action, Pt.Greenfields Indonesia Mangkir

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar-Gugatan sidang pengadilan terhadap peternakan sapi PT Greenfields Indonesia digelar Rabu, (21/07/21) bertempat di ruang sidang Cakra PN Blitar jalan Imam Bonjol, PT Greenfields Indonesia sebagai tergugat, dan Gubernur Jawa Timur sebagai turut tergugat satu, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi sebagai turut tergugat dua, saat itu tidak berada diruangan sidang memenuhi panggilan Sidang PN Blitar melawan kuasa hukum warga terdampak Joko Trisno Mudianto & Rekan (JTM).

Wakil Ketua PN Blitar Ary Wahyu Irawan,SH.,MH usai memimpin sidang kepada para awak media mengatakan pada sidang pertama turut tergugat 1 dan 2 tidak bisa hadir dipersidangan karena kuasa hukum Pemprov Jatim ada yang terpapar Covid 19, hal ini berdasarkan surat pemberitahuan yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Blitar, sedangkan ketidak hadiran PT Greenfields karena surat panggilan sidang tidak diterima oleh yang berkompeten, karena hanya pegawai yang tidak memiliki kewenangan.

“Ya silahkan saja para tergugat ini tidak menggunakan hak-haknya untuk klarifikasi, namun bagi PN tetap akan melanjutkan sidang gugatan tersebut, dan sidang ditunda tanggal 9 Agustus 2021,” ungkapnya.

Baca Juga : Class Action Pertama Warga Terdampak PT Greend Field, Masyarakat Kabupaten Blitar Bukan Anti Investasi

Sementara itu Hendi Priono SH, selaku juru bicara JTM & Rekan secara terpisah kepada awak media mengatakan, dalam sidang pertama para tergugat sudah menerima undangan, 9 orang perwakilan warga dari total 258, dan pada sidang ke dua nanti 9 orang perwakilan ini harus bisa menunjukan sebagai perwakilan dipersidangan kedua.

“Kita persiapkan itu, karena sebelum masuk sidang gugatan class action, akan ada penetapan perkara terlebih dahulu apakah perkara ini layak masuk ke dalam kategori gugatan Class Action apa tidak,” kata Hendi.

Disampaikan sebelumnya oleh Hendi Priono, SH, MH, atas nama JTM & Rekan mengatakan, dalam surat gugatan itu adalah perbuatan melawan hukum PT Green Field atas pencemaran lingkungan berkelanjutan, dan menuntut agar perusahaan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai sesuai kapasitas usaha, PT Greenfields harus mengembalikan fungsi dan memulihkan lingkungan, serta masyarakat terdampak mendapatkan kompensasi atas kerugian materiil akibat pencemaran lingkungan limbah.(za/mp)